3 Sopir Bus Sekolah Diancam Hukuman Mati

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga dan Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang menunjukkan 120 paket sabu-sabu seberat 118,396 Kg di Mapolres Bintan, Rabu (4/9) siang. (okialexander/haluankepri.com)

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga dan Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang menunjukkan 120 paket sabu-sabu seberat 118,396 Kg di Mapolres Bintan, Rabu (4/9) siang. (okialexander/haluankepri.com)

  • Terkait Penyelundupan 118 Kg Sabu

BINTAN (HK) – Sebanyak 3 tersangka penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu seberat 118,396 Kg yakni JF, SY dan ZH diancam hukuman mati. Ketiganya yang berprofesi sebagai sopir bus itu tampak pasrah saat Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang membacakan pasal dan ancaman yang akan diterimanya saat memberikan keterangan pers di Mapolres Bintan, Rabu (4/9/2019) siang.

Ketiganya didakwa telah melanggar Pasal 114 ayat 2, Pasal 112 ayat 2, Pasal 113 ayat 2 dan Pasal 132 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009. “Ancamannya hukuman mati,” tegas Boy kepada para wartawan.

Ia pun menceritakan kronologis pengungkapan penyelundupan sabu-sabu lebih dari satu kwintal tersebut. Awal mulanya kata dia, jajaran Polsek Bintan Utara dan Reskrim Polres Bintan mendapat informasi bakal adanya transaksi narkoba pada Jum’at (30/8) malam.

Saat itu juga, petugas mengamankan tersangka JF didaerah Sakera Tanjunguban sedang mengemudikan mobil Toyota Fortuner BE 1031 FD. Kemudian petugas mengarah kerumahnya di Jalan Antasari Rt 01 Rw 03 Kelurahan Kota Baru.

Disitu polisi berhasil menemukan 120 paket sabu-sabu yang tersimpan diberbagai tempat dirumahnya.

“Ternyata dirumahnya ada tersangka SY, dari hasil penggeledahan kita menemukan 3 koper berisi 99 paket besar didalam kamar mandi, lalu kita juga menemukan 3 paker besar dan 1 paket kecil yang disimpan didalam pengering mesin cuci. Kemudian kita geledah lagi mobil Toyota Kijang Capsul BP 1126 TA kita kembali menemukan 17 paket besar,” papar Boy.

Boy sempat tak percaya saat itu, bahkan dirinya merasa hampir pingsan melihat barang haram sebanyak itu. Tak mau sampai disitu, polisi lanjut Boy mengintrogasi kedua tersangka dan mengarah kepada seorang tersangka lagi di Desa Berakit.

“Kemudian kita juga mengamankan tersangka ZH hasil dari introgasi kedua tersangka sebelumnya,” timpalnya.

Menurut Boy, narkoba yang diselundupkan dari Malaysia secara bertahap melalui jalur laut. Saat tiba di Senggiling sebelahan kawasan wisata Lagoi, sabu-sabu itu sambungnya, dikumpulkan dirumah JF.

Rencananya, sabu-sabu itu akan dipasok ke Pulau Jawa dan Sumatera melalui jalur laut. “Rencananya akan dikirim menggunakan kapal melalui pelabuhan Dompak untuk dibawa ke pulau Sumatera dan Jawa,” tandasnya.

Ia merinci, dari 120 paket dengan berat kotor 125 Kg itu, setelah ditimbang berat bersihnya 118,396 Kg. “Sementara ada 3 Kg lebih untuk kepentingan labfor dan alat bukti di pengadilan,” tuturnya.

Barang Haram Asal Segitiga Emas

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Erlangga menduga kristal-kristal haram itu diproduksi dari negara-negara segitiga emas (Myanmar, Laos dan Thailand). Menurutnya, hasil berkoordinasi dengan pihak Johor bahwa Malaysia juga merupakan daerah transit.

“Ya Malaysia juga negara transit, produksinya seperti yang saya katakan tadi dari kawasan segitiga emas,” ucap Erlangga.

Prestasi ini menurutnya, berkat hasil pengintaian jajaran Polres Bintan selama 1,5 bulan.

Barang-barang itu diselundupkan menggunakan kemasan teh dan dimasukkan kedalam jiregen pelicin kayu menggunakan boat pancung dari Malaysia. Barang-barang itu, dikumpulkan dirumah tersangka JF.

Hasil pemeriksaan, ketiganya sudah 5 kali meloloskan barang haram dari Malaysia ke Indonesia. “Tapi ini yang paling besar. Mereka mengaku menerima upah Rp 50 juta dibagi tiga,” ucapnya.

Selain mengamankan 120 paket sabu-sabu, polisi juga mengamankan empat koper, 2 jirigen serta dua mobil yang sudah dimofikasi untuk menyimpan sabu-sabu. (oxy)

(Visited 346 times, 1 visits today)