Mati Mesin, KM Carolina Hanyut ke Perairan Karimun

TIM Basarnas berusaha mengevakuasi ABK KM Carolina yang hanyut ke perairan Rukau, Moro.Foto:Basarnas Karimun

KARIMUN (HK)-Kapal Motor (KM) Carolina GT 06 mengalami mendadak mati mesin diduga akibat dihantam gelombang besar di perairan Dabo, Singkep, Kabupaten Lingga. Pada saat yang sama, kapal nelayan milik Bambang, warga Karimun ini mengalami kebocoran ringan hingga hanyut ke perairan Karimun.

Kepala Pos Basarnas Tanjungbalai Karimun, Harminto ketika dikonfirmasi Rabu (4/9) membenarkan adanya insiden yang dialami KM Carolina tersebut. Pemilik kapal Bambang baru melaporkan kejadian yang dialami kru kapalnya pada Selasa, 3 September 2019 atau sekitar 4 hari setelah kejadian.

Kata Harminto, insiden yang dialami KM Carolina sebenarnya terjadi pada 30 Agustus 2019 malam. Kapal tersebut berangkat dari Karimun menuju perairan Dabo, Singkep, Lingga untuk mencari ikan disana. Saat itu, merupakan keberangkatan perdana kapal tersebut ke perairan Dabo.

“Kapal KM Carolina milik orang Karimun. Kebetulan ada salah seorang awak kapal yang memiliki saudara di Dabo, Kabupaten Lingga. Maka kru kapal sepakat berkangkat ke Dabo untuk mencari ikan. Namun, entah kenapa saat dalam pelayaran tiba-tiba mesin kapal mati,” ungkap Harminto.

Dikatakan, nakhoda dan ABK kapal berusaha menghidupkan mesin, namun mesin tetap tak mau menyala. Dalam keadaan mesin mati tersebut, kapal akhirnya hanyut terbawa arus air laut hingga memasuki jalur kapal tanker di sekitar perairan Rukau, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun.

“Begitu menerima informasi adanya insiden yang dialami kapal KM Carolina di sekitar perairan Dabo, maka saya langsung berkoordinasi sama Kepala Unit Basarnas Dabo. Kemudian, secara bersama-sama tim Basarnas dari Tanjungpinang dibantu dari Dabo turun untuk menyisiri KM Carolina menggunakan kapal RB 209,” jelas Harminto.

Dijelaskan, setelah menyusuri perairan Dabo hingga sampai ke perairan Rukau, Karimun. Kapal tersebut berhasil ditemukan dalam keadaan hanyut di perairan Rukau, Moro. Tim kemudian mengevakuasi kapal nahas ke perairan terdekat, yakni di Pulau Sanglar, Kecamatan Durai.

“Tak ada korban jiwa dalam insiden itu. Kapal bersama anak buah kapal (ABK) berhasil kita selamatkan. Kapal tersebut kita evakuasi ke perairan terdekat, yakni Pulau Sanglar di Kecamatan Durai. Kapal KM Carolina dinakhodai oleh Ahmad dengan 3 orang ABK diantaranya, Indra, Adi dan Hasan,” pungkas Harminto. (ham)

(Visited 65 times, 1 visits today)