Pulang Kampung

fery-heriyanto

fery-heriyanto

Oleh: Fery Heriyanto, Wartawan Haluan Kepri

“Siapa yang pulang kampung Lebaran kemarin?, tanya guru kelas 5 SD pada murid-muridnya. Hampir 1/2 dari 45 siswa di kelas tersebut tunjuk jari.

“Nancy, coba ceritakan pengalamannya sewaktu mudik kemarin,” pinta sang guru.
“Saya mudik bersama mami, papi, adek, dan kakak. Kami ke kampung naik pesawat..Wah..enak deh bu guru! Kami jumpa om, tante, nenek, dan sepupu-sepupu! Kami dibawa jalan-jalan pake mobil yang baru aja dibeli om Jimmy. Saya betul-betul merasakan Lebaran yang sangat istimewa!, tutur anak salah seorang pengusaha itu.

“Kalau kamu bagaimana Jacky?”, tanya sang guru.

“Mudik kami kemarin juga sangat menyenangkan, bu. Soalnya di kampung, kami tidak hanya berjumpa sanak saudara, kami juga mengunjungi tempat-tempat wisata yang asyik. Papa sengaja mengirim salah satu mobilnya ke kampung pada bulan puasa lalu untuk kendaraan kami selama Lebaran. Trus, kami juga pergi ke rumah teman-teman papa dan mama semasa sekolah dulu. Dan saya mendapat teman baru anak-anak teman papa dan mama,” terang anak salah seorang birokrat ternama tersebut.

“Berarti mudik kamu dan keluarga kemarin cukup menyenangkan, ya?, tanya sang guru.

“Dan kamu Lebarannya bagaimana Tini?, tanya sang guru pada anak yang terkenal doyan makan.

“Wahh..Lebarannya sangat meriah, bu! Di rumah nenek dan tante banyak sekali makanan! Lezat-lezat lagi! Bahkan saat pulang kemari, saya membawa makanan yang enak-enak tersebut…!, ujarnya semangat.

“O..oo..tapi jangan makan melulu, ya, nanti kamu tambah gemuk,” balas gurunya bergurau.

“Kamu Lebaran di kampung juga, Yen?,” tanya guru selanjutnya pada Tiyen.

“Iya, bu. Sama dengan Nancy, kami juga naik pesawat pulang pergi. Karena papa banyak kerja, jadinya papa Lebarannya di kampung sebentar aja dan duluan pulang kemari. Saya, adek, kakak, dan mama nyusul. Kami benar-benar merasakan suasana kampung. Kami mandi di sungai, mancing ikan di kolam milik paman. Lalu kami juga melihat-lihat ternak ayam dan bebek…pokoknya saya begitu senang!, jelas anak berkaca mata minus itu.

“Kalau kamu bagaimana Juki?, tanya guru pada murid lainnya.

“Kami Lebaran di kampung tak sampai sehari, bu…Habis… mami minta cepat balik ke rumah! Mami melarang kami dan papi lama-lama di kampung! Kata mami, kalau lama-lama di kampung, uang papi bisa habis. Apalagi jumpa sama famili lainnya! Jadinya… saya tak kemana-mana, bu…,” kata Juki polos.

“O..Lho..?..Kok..?..Gitu ya..?, sang guru bingung.

“Ya..Udah..udah..Coba kamu, Yung, ceritakan pengalamanmu.”

“Bu guru, kata ibu dan ayah saya, kami pulang ke kampung tidak hanya sekedar bertemu sanak keluarga, tapi adalah bersilaturrahmi dengan orang-orang tercinta. Sebab kata mereka, orang-orang di kampung kami adalah orang-orang yang berjasa dalam membesarkan ibu dan ayah saya. Kata ibu dan ayah, Lebaran adalah saat terbaik untuk menengok kampung halaman. Mengunjungi orang-orang yang selalu menyayangi kami, baik dalam suka dan duka. Untuk itu, mudik Lebaran jangan hanya sekedar tradisi tapi cobalah kembali merasakan suasana lingkungan yang telah mengasuh dan membesarkan kita. Tujuannya, agar kami mengerti susahnya kehidupan yang lalu, sehingga tidak sombong di kemudian hari.”***