Anggota DPRD Batam Tolak Rencana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Anggota DPRD Kota Batam, Arlon Veristo. (damri/haluankepri.com)

Anggota DPRD Kota Batam, Arlon Veristo. (damri/haluankepri.com)

BATAM (HK) – Anggota DPRD Kota Batam, Arlon Veristo, mengatakan, dia menolak rencana kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan oleh pemerintah secara nasional.

“Seharusnya lebih baik membenahi internal BPJS Kesehatan dari pada buru-buru menaikan iuran. Dan pemerintah juga harus mengkaji seluruh kehidupan masyarakat,” ucap Arlon, Senin (9/9/2019).

Dikatakannya, BPJS kesehatan itu adalah jaminan negara memberikan kesehatan bagi warga negara. Jika saat dilakukan kenaikan iuran maka itu sama saja membebani masyarakat.

“Apakah ekonomi masyarakat sudah bagus atau tidak. Kalau ekonomi belum bagus ya, jelas kami akan menolaknya” ungkap Politisi Partai NasDem itu.

Senada dengan itu, anggota DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho, mengatakan hal serupa. Menurutnya, pemerintah terkesan lebih mementingkan ego daripada kepentingan masyarakat luas.

Dikatakannya, seharusnya yang dilakukan pemerintah pusat adalah membenahi pelayanan dan internal BPJS Kesehatan, sebab BPJS kesehatan dalam memberikan layanan kepada masyarakat masih belum maksimal.

“Pelayanan BPJS Kesehatan masih terjadi kesenjangan. Suatu contohnya adalah apabila seseorang berobat menggunakan BPJS Kesehatan, pihak rumah masih meminta beli obat. Seharusnya tidak bisa lagi disuruh beli obat,” tutur Udin.

Menurutnya, dengan model pasien disuruh beli obat oleh pihak rumah sakit, maka diduga ada permainan. Antara rumah sakit, BPJS Kesehatan dan juga pihak apotek tertentu.

“Itu dugaan kami. Nah ini mungkin menjadi bahan bagi kita untuk ditelusuri.Pelayanan masih terjadi kesenjangan. Belum lagi pasien yang mengalami perlakuan yang kurang baik dan ada juga sebagian rumah sakit menolak seseorang ketika ingin berobat,” cetusnya.

Sebelumnya, isu berkembang pemerintah pusat akan menaikan tarif BPJS Kesehatan. Hal itu terungkap melalui Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dan akan memberlakukan kenaikan tarif 100 persen. (Cw64)