Polisi Amankan Flashdisk Film Dewasa dari Oknum Guru Cabul

Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmad Purboyo memperlihatkan barang bukti. DAMRI

BATAM (HK) – Satreskrim Polresta Barelang amankan sejumlah barang bukti dari SH, oknum guru sekolah dasar swasta di Kecamatan Batam Kota, yang melakukan pencabulan terhadap tiga muridnya.

Adapun barang bukti yang diamankan itu salah satunya sebuah flashdisk yang berisikan film dewasa (film porno). Kemudian baju gamis berwarna pink bercorak biru, satu helai miniset berwarna putih, satu helai celana dalam warna pink dan warna krem, dan celana kain panjang.

Selanjutnya, satu helai jilbab, satu set seragam pramuka, sat set seragam sekolah merah putih, satu helai rompi berwarna merah, satu helai baju sekolah berwarna corak biru, satu buah kalung berwarna putih dan satu buah ring besi. Perbuatan jahat itu dilakukan pelaku pada Sabtu (31/8/2019) lalu.

Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmad Purboyo mengatakan, awal terungkapnya perbuatan SH berdasarkan adanya laporan dari orang tua korban bahwa anaknya mendapatkan perlakuan cabul dari oknum guru tersebut.

“Pelaku melarikan diri ke tempat orang tuanya di Karimun. Namun dari laporan tersebut anggota Satreskrim Polresta Barelang bertindak cepat dan akhirnya pelaku berhasil diamankan di pelabuhan Ferry Domestik Tanjung Balai Karimun pada (6/9/2019) lalu,” ucap Prasetyo yang didampingi oleh Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan, Senin (9/9/2019) dalam ekspose di Mapolresta Barelang.

Dikatakan Prasetyo, sejauh ini sudah periksa ketiga korban tersebut dan semua korban adalah usia di bawah umur. Pertama berinisial CE (10 tahun) kelas 5 SD. Kedua, inisial QA (10 tahun) kelas 4 SD dan ketiga berinisial HN (9 tahun) kelas 4 SD.

Adapun modusnya pelaku mencoba dengan memberikan informasi ke anak muridnya itu bahwa dia bisa hipnoterapi, yakni akan bisa membangkitkan energi positif. Dalam hipnoterapi itu korban diminta untuk menutup matanya, kemudian dia mulai melakukan aksi bejatnya tersebut.

“Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan UU perlindungan anak, UU nomor 17 tahun 2016 pasal 82 ayat 2 dengan ancaman hukuman 6 tahun hingga 20 tahun penjara,” tuturnya. (cw64)