Pantai Pongkar Karimun Porak Poranda Dihantam Abrasi

Kerusakan yang terjadi di Pantai Pongkar Karimun. (ilham/haluankepri.com)

Kerusakan yang terjadi di Pantai Pongkar Karimun. (ilham/haluankepri.com)

KARIMUN (HK) – Kerusakan alam yang dahsyat melanda objek wisata Pantai Pongkar di Desa Pongkar, Kecamatan Tebing. Sejumlah pohon dan fasilitas untuk pengunjung tumbang dihantam abrasi. Bukan hanya itu, pantai juga terlihat kotor karena dimana-mana sampah nampak berserakan memenuhi bibir pantai.

Pantai yang selama ini menjadi salah satu tujuan destinasi wisata selain Pantai Pelawan dalam kondisi yang rusak parah. Gelombang pasang telah menyapu bibir pantai. Pohon yang tumbah menjadikan pantai Pongkar tak lagi berbentuk.

Padahal, Pantai Pongkar selama ini dikenal memiliki pasir yang putih dengan bentangan pantai yang landai. Pantai itu menjadi salah satu tujuan favorit bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Rayani, salah seorang pengunjung Pantai Pongkar mengaku sedih melihat kondisi pantai yang selama ini menjadi tujuan wisata bagi keluarganya. Dia yang selama ini betah berlama-lama menghabiskan waktu di pantai yang berada di depan Selat Malaka merasa tak nyaman lagi berada disana.

“Pantai Pongkar sudah tak nyaman lagi. Dimana-mana yang kami lihat hanyalah pohon yang tumbang. Bahkan, panggung dan gazebo yang biasanya kami jadikan tempat berrteduh dan bermain juga turut ambruk. Kalau sudah seperti ini, siapa yang mau lagi datang berkunjung ke Pantai Pongkar. Lokasi ini sudah tak asyik lagi menjadi tujuan wisata bagi keluarga,” ungkap Rayani.

Ibu dua anak ini berharap kepada Pemkab Karimun melalui dinas terkait agar segera membenahi objek wisata Pantai Pongkar. Sebab, pantai yang selama ini dikenal memiliki pasir yang putih, landai dan jernih ini merupakan tujuan favorit bagi wisatawan lokal maupun manca negara.

“Ini merupakan PR bagi pemerintah daerah. Harusnya pemerintah cepat tanggap membenanahi kerusakan yang terjadi di Pantai Pongkar ini. Jangan biarkan kerusakan ini berlangsung lama. Kasihan masyarakat tidak bisa lagi menikmati keindahan alamnya,” jelas Rayani.

Ahmad, pedagang makanan ringan yang bermukim di Pantai Pongkar juga merasakan imbasnya. Pendapatannya sebagai pedagang menurun drastis pasca kerusakan yang terjadi di Pantai Pongkar.

“Omset saya jauh menurun. Jika selama ini, rata-rata pendapatan saya dalam satu hari bisa mencapai 200 ribu hingga 300 ribu rupiah. Namun, kali ini untuk mendapatkan uang 50 ribu rupiah saja sangat susah,” ujar Ahmad.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, mengaku prihatin. Menurut dia, pantai yang selama ini indah dan menjadi salah satu tempat wisata andalan di Kabupaten Karimun telah terkena abrasi. Dia menyebut, pemerintah daerah tidak bisa berbuat apa-apa karena lahan di pantai itu merupakan milik warga disana.

“Lahan yang ada di Pantai Pongkar itu merupakan milik warga disana. Kalaupun ada anggaran dari DAK, tak bisa kita kucurkan kesana, karena lahan itu bukan milik pemerintah daerah. Apalagi, anggaran kita sekarang sedang mengalami defisit. Jadi tak mampu memperbaiki kerusakan yang terjadi disana,” ujarnya. (ham)

(Visited 101 times, 1 visits today)