2 Pelaku Karhutla Terancam 12 Tahun Penjara

BATAM (HK) – Dua pelaku pembakaran hutan dan lahan (Kurhutla) di daerah Barelang, yang telah ditetapkan sebagai tersangka trancam dengan sanksi pidana atas hukuman 12 tahun penjara.

Hal tersebut berdasarkan pasal 187, 188 pasal 98, 99, dan 108 KUHP, Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009, tentang Perlindungan maupun Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo SIK menerangkan, berdasarkan hasil pemeriksan penyidik terhadap para tersangka mereka telah terbukti melakukan pelanggaran hukum. Yaitu, sudah melakukan pembakaran hutan dengan sengaja.

“Diantaranya Omar Jetroy Tambunan dan Andi bin Bihun, dengan barang bukti berupa parang, kampak, rokok beserta 2 buah korek api,” kata AKBP Prasetyo Rachmat, Jumat (13/09) sore, saat ekspos di Polresta Barelang.

Atas perbuatan tersangka, ungkap Kapolresta, keduanya terancam dengan hukuman berlapis
Yaitu dengan sanksi pidana dan denda.

“Para pelaku jugabisa dikenakan dengan pasal 108 UU No 39 Tahun 2014, tetang perkebunan. Dari semua aturan itu, kedua pelaku di ancam hukuman penjara 12 tahun serta denda Rp 10 miliar,” tegasnya.

Prasetyo menjelaskan, penangkapan terhadap pembakar lahan dilakukan pihak petugas hari Rabu (03/09) sekitar pukul 13.00 WIB. Dimana si pelaku kedapatan petugas membuka lahan kosong dengan cara dibakar.

“Dari tangan pelaku polisi menemukan barang bukti berupa parang, kampak, clurit, dan korek api, yang digunakan kedua tersangka,” terang AKBP Prasetyo.

Berdasarkan pemeriksaan penyidik, kebakaran tersebut dapat menimbulkan kerusakan alam, lingkungan, gangguan kesehatan, gangguan terhadap aktivitas masyarakat internasional.

“Seperti pendidikan, transportasi dan ekonomi, serta citra buruk bangsa Indonesia yang biasa dianggap sebagai bangsa pembakaran hutan,” imbuh Kapolresta, yang didampingi Kapolsek Galang, AKP Heri Sujati beserta Kanit Reskrim, Iptu River.

Sementara, berdasarkan informasi dilapangan kedua tesangka tersebut hanya orang suruhan oleh seseorang yang berada di Batam. Namun hingga kini, otak pelaku masih bebas.(vnr)

(Visited 10 times, 1 visits today)