Jemengan Menuju Kampung Terbersih Nasional

Kampun Jemengan. (fathur/haluankepri.com)

Kampun Jemengan. (fathur/haluankepri.com)

NATUNA (HK) – Kampung Jemengan yang menjadi bagian dari Kelurahan Ranai sedang akrab dengan kebersihan lingkungan. Kegiatan-kegiatan membersihkan lingkungan senantiasa dilakukan oleh penduduk setempat baik secara pribadi-pribadi maupun dengan cara bergotong royong.

Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih serta untuk mengikuti lomba lingkungan terbersih tingkat nasional.

Kampung yang terletak tidak jauh dari pusat ibukota Ranai menjadi kampung tertua sebelum terbentuknya Natuna menjadi kabupaten di bawah naungan Provinsi Kepri.

Dengan jumlah penduduk hampir 100 kepala keluarga lebih yang sudah lama bermukim di bantaran sungai. Sekarang ini Kampung Jemengan menjadi percontohan sebagai kampung bersih di Kabupaten Natuna.

Karno, Ketua Rukun Tetangga (Rt) 004 menuturkan, kampung jemengan telah lama mendambakan menjadi kampung yang bersih. Hal ini dibuktikan dengan mengadakan gotong royong setiap minggunya, agar aliran sungai jemengan terus terjaga dari sampah.

“Setiap Sabtu dan Minggu, kita selalu mengadakan gotong royong di aliran sungai Jemengan demi terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat,” kata Karno saat mengadakan goro bersama warga sekitar, Minggu (15/9/2019).

Ia menerangkan, menjadikan kampung jemengan yang bersih dari sampah merupakan suatu tantangan tersendiri. Karena tidak banyak warga yang tinggal di bantaran sungai mengerti pentingnya kebersihan lingkungan.

“Ini suatu tantangan bagi kita untuk bisa menciptakan lingkungan yang bersih, makanya kita selalu meminta kepada warga agar menjaga jangan membuang sampah ke sungai,”ucapnya.

Amir warga jemengan mengatakan, pihaknya merasa terpanggil untuk bisa ikut serta dalam menjaga kebersihan sungai dari sampah.

“Kegiatan bersih-bersih sungai menjadi langkah awal agar menjaga sungai tetap bersih dari sampah. Apalagi jika kita melaksanakannya setiap minggu seperti ini,”ujarnya.

Ia berharap, dengan seringnya melaksanakan gotong royong seperti ini, sudah pasti aliran sungai akan terus terjaga dan lingkungan pun akan bersih.

“Ya jika memang diberi kesempatan menjadi kampung percontohan yang bersih dari sampah, kita akan terus menjaganya agar selalu bersih,” tutupnya. (fat)