Perikanan Natuna Laris Manis

Utusan Korean dan Pemerintah Daerah Natuna meninjau potensi budidaya ikan napoleon dan kerapu di Sedanau. (fatur/haluankepri.com)

Utusan Korean dan Pemerintah Daerah Natuna meninjau potensi budidaya ikan napoleon dan kerapu di Sedanau. (fatur/haluankepri.com)

NATUNA (HK) – Negara-negara Eropa dan Asia menyatakan minatnya pada perikanan Natuna. Mereka berpandangan wilayah Natuna memiliki potensi perikanan yang andal.

Di Eropa, Inggris telah menyatakan ketertarikannya pada ikan tongkol Natuna. Ketertarikan ini dinyatakan oleh pemerintah dan pengusaha Inggris saat Bupati Natuna, Hamid Rizal berkunjung ke negeri Ratu Elazabeth itu beberapa waktu lalu.

“Pasar Inggris memerlukan ikan tongkol secara reguler dalam jumlah banyak. Tongkol yang dibutuhkan adalah tongkol ukuran sedang. Maka, kita di Natuna siap-untuk memenuhinya,” tutur Hamid sekembalinya dari Eropa beberapa waktu lalu.

Selain Inggris, Jepang juga sudah menyatakan minatnya untuk berinvestasi perikanan di Natuna. Bahkan diantara beberapa negara yang mimiliki minat sama, Jepang terlihat paling serius.

Negeri sakura itu telah menunjukkan progresifitasnya dalam mewujudkan investasi riil di Natuna, mereka memulainya dengan pendekatan hibah. Tidak tanggung-tangung, Negeri Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) telah menghibahkan anggaran dana senilai IDR 300 miliar ke Indonesia melalui APBN.

Dari total hibah ini, Natuna diberikan jatah sebesar Rp100 miliar untuk pembangunan pasar ikan (PI) Ranai dan pengembangan kawasan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa.

“Jepang keliatan paling serius. Mereka telah menggelontorkan hibah untuk Natuna dan prosesnya terus berlangsung secara kontinyu. Bahkan kemarin pada KTT G20 di Tokyo, Natuna secara langsung juga turut diundang dan berbicara mengenai potensi perikanan Natuna di sana,” sambung Hamid.

Setelah Jepang, kini ada lagi Korea Selatan.

“Hari ini tim dari Korea meninjau potensi perikanan Natuna,” kata Kabag Humas Pemkab Natuna, Budi Darma.

Tim yang terdiri dari Dr. Choi, Dr. Kim dan Dr. Heo itu dampingi oleh pejabat tinggi Kemenko Maritim dan Pemerintah Kabupaten Natuna.

Dalam jadwalnya, tim yang dibagi dua itu mendatangi beberapa titik di Natuna di antaranya memantau potensi budidaya ikan napoleon dan kerapu di Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, meninjau SKPT Selat Lampa dan meninjau kawasan Pantai Batu Kasah, Kecamtan Bunguran Selatan serta akan mengikuti meeting dengan Bupati Natuna.

“Arah keinginannya kami belum tahu persis, cuma yang jelas mereka tertarik pada sektor perikanan. Ini menunjukkan perikanan kita laris manis, setelah Jepang, datang lagi Korea. Bagus lah,” ucap Budi. (fat)