Pemkab Karimun Bakal Hentikan Pasokan Minyak Tanah Bersubsidi

KEPALA Disdagkop UKM ESDM Karimun, M Yosli saat diwawancara wartawan.Foto:Ilham/Haluan Kepri

KARIMUN (HK)-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun bakal menghentikan pasokan minyak tanah bersubsidi, ketika pendistribusian gas 3 elpiji kilogram atau gas melon sudah lancar ke daerah tersebut. Saat ini, kuota minyak tanah secara perlahan-lahan mulai dikurangi. Saat ini, pasokan minyak tanah bersubsidi hanya bersisa 10 persen.

“Ketika pendistribusian gas elpiji 3 kilogram sudah lancar, maka kami akan menghentikan pasokan minyak tanah bersubsidi ke daerah ini. Konversi gas ke minyak tanah benar-benar akan dijalankan,” ungkap Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, Energi Sumber Daya Mineral (Disdagkop UKM ESDM) Kabupaten Karimun, M Yosli, Rabu (18/9).

Biasanya, kata Yosli, Karimun mendapatkan pasokan 500 an Kiloliter minyak tanah, saat ini pasokan minyak tanah ke Karimun hanya tinggal 120 kiloliter. Meski pasokan minyak tanah dikurangi, namun ia menegaskan kepada para pedagang dan agen untuk tidak menjual minyak tanah dengan harga lebih dari yang ditetapkan.

“Walaupun kuota minyak tanah kita dikurangi, namun untuk masalah harga tidak pernah berubah, masih 9000 rupiah per botol (botol mineral ukuran 5 liter), jadi jika ada yang menjual dengan harga yang lebih dari itu, mari laporkan ke kita, akan langsung kita tindak, kita akan koordinasi dengan aparat keamanan,” tegasnya.

Sementara, terkait penghentian pasokan minyak tanah bersubsidi, pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan perwakilan Pertamina awal pekan ini. Dari hasil pertemuan itu, Pertamina berjanji akan menggenjot peningkatan distribusi gas elpiji 3 kg. Kebutuhan gas elpiji 30 kg sebanyak 130 ribu tabung, namun yang benar-benar terealisasi baru 80 ribu tabung.

Menurut dia, agar masyarakat Karimun tidak terkejut ketika pasokan minyak tanah bersubsidi benar-benar dihentikan, maka pihaknya mengajak masyarakat Karimun untuk tidak terlalu ketergantungan dengan minyak tanah. Apalagi, penggunaan gas eliji jauh lebih hemat ketimbang menggunakan minyak tanah.

“Penghentikan pasokan minyak tanah bersubsidi itu benar-benar akan kita laksanakan. Maka dari itu, agar masyarakat jangan sampai terkejut maka dari sekarang kita mengajak masyarakat agar jangan sampai ketergantungan dengan minyak tanah. Mulailah beralih ke gas elpiji,” ujarnya.

Dikatakan, penggunaan gas elpiji jauh lebih hemat. Jika selama ini satu botol minyak tanah hanya bisa digunakan selama 4 hari, maka satu tabung gas elpiji 3 kilogram bisa digunakan untuk 10 hari. Artinya, biaya yang seharusnya dihabiskan untuk bahan bakar kompor bisa digunakan untuk keperluan lainnya.

Untuk penambahan paket kompor gas, Yosli mengatakan sudah menyurati Kementerian ESDM dalam hal ini Direktorat Jenderal Migas, namun hingga saat ini belum ada jawaban. Pemerintah pusat menyebut, pihaknya sudah membagikan sebanyak 45.587 paket kompor gas ke Kabupaten Karimun.

“Kita sudah menyurati pemerintah pusat, dalam hal ini Ditjen Migas Kementerian ESDM. Kita meminta penambahan 15 ribu paket tabung gas elpiji 3 kg tapi sampai sekarang belum ada jawaban. Kita tetap bertanya, namun mereka masih fokusnya pendistribusian ini dulu, arus tersalurkan hingga tak ada yang macet,” pungkasnya.(ham)