Satpol PP Bongkar Tempat Cucian Motor

ANGGOTA Satpol PP saat berada di lokasi cucian motor yang dibangun di atas ruang hijau.Foto:Dedy/Haluan Kepri

SAGULUNG (HK) — Beberapa bulan lalu, seluruh lapak atau kios liar yang berada di kawasan Mandalay, Kecamatan Sagulung, sudah ditertibkan. Hal itu demi pembangunan drainase untuk mencegah terjadinya banjir di kawasan Sagulung.

Namun, setelah penertiban selesai dan drainase sudah dibangun, ada pengelola cucian motor yang berada dipinggir jalan kembali membangun usahanya dilahan kosong pinggir jalan tersebut.

Mengetahui hal ini, puluhan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kecamatan Sagulung kembali mendatangi lokasi. Bahkan pihak Satpol PP Batam sempat adu argumen dengan pengelola cucian motor.

“Kami sudah melakukan penertiban, tapi pengelola malah masih tetap dilokasi yang sama, bahkan pemiliknya sudah menyemen lahan demi kepentingan usahanya,” kata Jamil, Kasi Trantib Kecamatan Sagulung, Rabu (18/9) siang.

Jamil juga melanjutkan, pengelola cucian motor itu malah bersikeras supaya lokasi yang sudah di semen itu tak di tertibkan. Padahal, lokasi itu merupakan jalur hijau yang tidak bisa diganggu siapa pun.

“Inikan lokasinya buffer zone, siapa pun tak bisa menggunakan lokasi ini, sebab ini lahan jalur hijau untuk parit besar,” tegasnya.

Sejak adanya penertiban, lanjutnya Jamil, kepada pengelola itu pun sudah tiga kali melakukan semenisasi dilokasi. Namun demikian, pihaknya tak hanya tinggal diam. Lahan yang disemen itu pun dibongkar paksa.

“Maka dari itu, kali ini kami tak tinggal diam dan kami bawa beko ke sini. Lahan yang baru disemen itu harus dibongkar lagi,” tegasnya.

Jamil pun menegaskan, jika pengelola itu memiliki domisili usaha pada 2018 silam. Namun, sifat domisilinya tak permanen. Bahkan dalam domisili itu tak menjelaskan legalitas lahan, sebab lahan yang digunakan itu merupakan buffer zone.

Sementara, pria yang merupakan pengelola doorsmer itu mengatakan, bahwa dirinya tetap akan mendirikan usaha doorsmer dipinggir jalan Mandalay. Pasalnya ia mengaku memiliki ijin pengelolaan lahan yang diurus pada tahun 2018 silam.

“Memang lokasi ini bukan punya saya, tapi saya bangun doorsmer disini karena ada ijin pengelolaan,” tegasnya

Masih kata dia, kalau pun jalan Mandalay akan dibangun menjadi dua jalur, maka dia rela jika ijin yang diurusnya itu akan gugur.

“Tapi masalahnya, jalan Mandalay belum dibangun dua jalur. Nah, karena pembangunan jalan dua jalur belum ada, saya pun gunakan lahan ini sebagai tempat doorsmer,” tutupnya.(ded)