Malaysia Janji Pulangkan Nelayan Karimun yang Hanyut ke Negara Mereka

JAWATAN Kuasa Keselamatan Daerah (JKKD) Pontian, Johor, Malaysia melakukan kunjungan kerja ke Karimun, Rabu (11/9).Foto:Ilham/Haluan Kepri

KARIMUN (HK)-Jawatan Kuasa Keselamatan Daerah (JKKD) Pontian, Johor, Malaysia berjanji akan memulangkan nelayan Karimun yang kebetulan hanyut dan masuk ke wilayah perairan mereka. Pernyataan itu disampaikan Kepala JKKD Pontian, Haji Zulkifli bin Haji Mohammad Tahir saat melakukan lawatan ke Karimun baru-baru ini.

“Untuk para nelayan Kabupaten Karimun yang tidak sengaja melewati batas negara saat mencari ikan, kami dapat maklumi. Mereka tidak akan kami tangkap. Kami akan kembali menggiring mereka untuk ke luar dari wilayah kami,” ungkap Tuan Haji Zulkifli bin Haji Mohammad Tahir menjawab permintaan Bupati Karimun, Aunur Rafiq.

Zulkifli menyebut, hanya ada dua perkara yang memang tidak akan ditoleransi, yakni penyamaran sebagai nelayan untuk menyelundup narkoba dan menyelundup TKI. Kemudian, menyamar sebagai nelayan masuk ke negara jiran tanpa dokumen yang sah, itu memang dah sepakat tak akan dikompromi. Pemerintah Malaysia akan membiarkan undang-undang yang berlaku untuk mengadili mereka.

Menurut dia, soal narkoba Pemerintah Malaysia tidak pernah main-main. Pemerintah Malaysia tegas soal itu. Buktinya, bagi pengedar narkoba akan dihukum gantung. Sementara, bagi pemakai atau pengguna akan dilakukan rehabilitasi selama dua tahun. Jika mereka telah sembuh, maka tidak dibenarkan lagi tinggal di daerahnya. Mereka akan dipindahkan ke daerah lain.

Saat kunjungan rombongan JKKD Pontian, Johor, Malaysia ke Karimun tersebut, Bupati Karimun Aunur Rafiq meminta kepada JKKD untuk tidak menangkap atau menahan nelayan Karimun yang hanyut dan tersesat masuk ke negara mereka saat mencari ikan. Sebabnya, kebanyakan nelayan tradisional Karimun saat melaut tidak dilengkapi dengan GPS.

“Sebagai Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun, kita berharap kepada pemerintah Malaysia agar dapat memberikan toleransi kepada para nelayan kita yang benar-benar tidak sengaja melanggar batas wilayah negara Malaysia. Karena masih banyak nelayan kita yang tidak dilengkapi GPS,“ ujar Aunur Rafiq.

Kata Rafiq, di wilayah Kabupaten Karimun didominasi dengan nelayan tradisional yang tidak difasilitasi dengan Global Positioning System (GPS) yang merupakan sistem navigasi dengan menggunakan bantuan satelit untuk mengetahui posisi seseorang dimanapun keberadaannya.

“Kami juga sampaikan apabila ada nelayan kita yang hanyut, yang masuk ke kawasan negara Malaysia, jangan lah langsung serta merta di tangkap, tapi mungkin disuruh kembali, digiring keluar Malaysia. Alhamdulillah, permintaan kita itu disanggupi oleh Kepala JKKD Pontian, Malaysia,” sebutnya. (ham)