by

4 ABK Kapal Kencing BBM di Laut Diperiksa

BATAM (HK) – Ditpolairud Polda Kepri, saat ini sedang melakukan pemeriksaan terhadap empat orang anak buah kapal (ABK) yang diduga telah melakukan pemindahan BBM ke Tugboat secara ilegal.

Hal tersebut atas laporan pihak pemilik kapal Marco ke polisi untuk menindaklanjuti adanya temuan tim Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Trisula Badan Keamanan Laut (Bakamla), saat berpatroli di Perairan Nongsa, Selasa (24/09), malam lalu.

Dirpolairud Polda Kepri, Kombes Pol Benyamin Sapta mengatakan, Minggu kemaren pihaknya sudah melakukan gelar perkara terkait laporan dari pihak pemilik kapal Marco, ke polisi.

“Atas laporan pihak pemilik kapal Marco ke polisi dan berdasarkan atas pengungkapan kegiatan (transfer/ kencing) BBM di laut, saat kami masih sedang melakukan pemeriksaan terhadap empat orang ABK,” ungkap Kombes Benyamin Sapta, Senin (30/09) siang, di Polda Kepri.

Dia mengatakan, mereka itu 2 orang dari kapal Marco dan 2 orang lainnya dari kapal Leason, yang berperan sebagai nahkoda serta kepala mesin.

“Berdasarkan hasil gelar perkara terkait kegiatan transfer BBM ilegal itu, ditetapkan ke empat orang ABK kedua kapal, sebagai pelaku tindak penggelapan. Hal ini atas laporan pihak pemilik kapal,” paparnya.

Sedangkan adanya dugaan keterlibatan pihak Pertamina, kata Kombes Pol Benyamin, itu tak benar, sehingga telah dibantah Pertamina dan tidakada kaitannya dengan kapal yang berlogo Pertamina tersebut.

Kapal Marco itu ujarnya, sebuah kapal sewaan dari Pertamina, makanya ada logo Pertamina.

“Setelah kontraknya habis tak di sambung lagi, kemudian dilakukan tanky cleaning agar kapal bersih kembali,” terang Benyamin.

Hasil dari pembersihan itu, imbuhnya, berupa cairan fety fame yang bisa dijadikan campuran untuk pembuatan BBM jenis Bio Diesel B20.

Kemudian, jelas Dirpolair, mereka jual ke kapal Leason, tanpa sepengetahuan si pemilik kapal Marco tersebut, sehingga dilaporkan ke polisi.

“Artinya apa, aksi ke 4 orang ABK menyangkut tindak perbuatan mereka tanpa diketahui oleh pemilik kapal, untuk mendapatkan keuntungan diri sendiri. Maka, ini jelas melanggar hukum,” tegas Kombes Pol Benyamin.

Untuk ke 4 orang ABK tersebut, lanjutnya, diterapkan dengan Undang undang KUHP Pasal Penggelapan serta Penadahan. Sehingganya, mereka terancam hukuman penjara.

“Ke-4 ABK Kapal Marco serta Kapal Leason itu terancam hukuman penjara,” pungkasnya. (vnr)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed