Mahasiswa Gempar Kepri Demo ke Dinas Pendidikan

Aksi Gempar Kepri saat demonstrasi di halaman kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Senin (7/10/2019) kemarin. (eva/haluankepri.com)

Aksi Gempar Kepri saat demonstrasi di halaman kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Senin (7/10/2019) kemarin. (eva/haluankepri.com)

TANJUNGPINANG (HK)- Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Muda Terpelajar Provinsi Kepri (Gempar Kepri) menggelar demonstrasi di halaman kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Senin (7/10/2019) kemarin.

Aksi itu dilakukan terkait dengan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat, tentang penurunan pangkat satu tingkat oleh oknum ASN inisial MD dan FS, tapi sampai saat ini tidak diproses oleh BKD maupun Sekda Pemprov Kepri.

Hal ini disampaikan Jendral Lapangan Aksi Hairun Amril saat menyampaikan orasinya.

Dikatakan Hairun, pihak Pemrov Kepri malah meloloskan Muhammad Dali sebagai kandidat Kadisdik pada seleksi terbuka calon Pimpinan Tinggi Pratama Provinsi Kepri, dengan nomor: 001/Pansel-JPTP/KEPRI/2018 tertanggal 18 Maret 2018 lalu.

“Atas dasar tersebut kami meminta Plt Gubernur Kepri untuk dapat memberikan sanksi kepada oknum ASN Kadisdik tersebut sesuai rekomendasi LHP Inspektorat,” ungkap Hairun.

Hairun mengatakan meminta Plt Gubernur Provinsi Kepri untuk dapat mengevaluasi hasil proses open bidding jabatan tinggi.

“Kami menuntut pengembalian seluruh penghasilan yang diterima dari oknum Disdik karena penerimaan tersebut merupakan kerugian negara,” ungkap Hairun.

Serta meminta Plt Gubernur Provinsi Kepri untuk memerintahkan BKD dan Sekda Kepri untuk mengintervensi seluruh rekomendasi LHP terkait pemberian sanksi disiplin kepada oknum Disdik

Mahasiswa, lanjut Hairun, menilai MD tidak layak menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kepri saat ini.

“Sebab pangkat PNS nya, telah diturunkan oleh Inspektorat Daerah Pemprov Kepri karena, tersandung kasus dugaan tindak pidana korupsi Rp 780 juta atas pengggunaan dana fiktif APBD tahun 2017. Saat itu, MD masih mejabat salah satu kepala bidang di Disdik,” ungkap Hairun.(efr)