PT Pertamina Minta Dukungan Polri Distribusi BBM ke SPBU

BATAM (HK) – Pertamina selaku sebuah BUMN yang memiliki kewenangan penuh untuk dapat mengelola hingga melakukan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke seluruh pelosok tanah air, meminta dukungan ke Polda Kepri didalam mengawasi proses pendistribusian ke Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU).

Hal tersebut menyingkapi atas permasalahan BBM yang dikeluhkan masyarakat dengan ada dugaan dipermainkan oleh sekelompok orang. Sehingga, keberadaannya menjadi langka dan kosong di hampir setiap SPBU di Batam.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol. Drs. S. Erlangga mengatakan, guna menyikapi antrian serta kelangkaan BBM di SPBU di Kota Batam, Polda Kepri sudah memanggil dan melakukan pembahasan dengan pihak PT Pertamina, dan kemudian melakukan konferensi pers.

“Halini dilakukan demi menjawab keresahan di masyarakat, terkait kelangkaan BBM di Batam dan panjangnya antrian kendaraan, untuk bisa mendapatkan BBM disetiap SPBU SPBU,” kata Kombes Pol Erlangga, Selasa (08/10) siang.

Maka, imbuhnya, untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut, Kepolisian melakukan satu pemanggilan ke pihak Menajemen Pertamina agar dapat memberikan penjelasan, terhadap permasalahan dilapangan.

“Artinya itu apa yang kita lakukan hari ini untuk merespon tentang keluhan masyarakat hingga muncul berita dalam berbagai media massa di Batam,” imbuh Kabid Humas Polda Kepri.

Selain Kabid Humas, pertemuan tersebut juga dihadiri Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Rustam Mansur, Marketing Branch Manager Pt Pertamina, Disperindag serta Dinas Ketahanan Pangan Pertanian, Dishub, Kepala PSDKP, dan Dinsos Kota Batam.

Kombes Rustam Mansur menerangkan, bahwa
apa yang terjadi dilapangan dan menjadi suatu keluhan di masyarakat tentunya menjadi suatu perhatian bagi kepolisian untuk mengatasinya.
Sehingga permasalahan itu bisa terselesaikan

“Ditreskrimsus Polda Kepri terus berkomitmen Artinya, apabila ditemukan pelanggaran dalam penyaluran BBM Bersubsidi yang diperuntukan untuk masyarakat, akan dilakukan penindakan sesuai dengan ketentuan hukum, sesuai jenis pelanggarannya,” tegas Rustam Mansur.

Marketing Branch Manager Pertamina Batam, Awan Suharjo menjelaskan, terkait ada isu isu yang beredar di masyarakat, bahwa Pertamina mengurangi penyaluran BBM ialah tidak benar.

“Sebab, berdasarkan data yang telah dihimpun bahwa, penyaluran Pertamina diatas dari pada Kuota penyaluran yang sudah ditetapkan,” kata
Awan Suharjo.

Maka, ungkapnya, disaat kami melihat antrian yang terjadi di SPBU SPBU, terlihat kendaraan mengantri tersebut dapat dikategorikan dalam mobil mewah.

“Padahal, dalam Manual Book dari kendaraan itu sudah disebutkan bahwa BBM yang harus diisikanitu ialah, minimal Oktan 90. Kemudian, Oktan 90 sendiri ada pada BBM jenis Pertalite dan bukan pada jenis Premium,” terang Awan.

Artinya, ungkap Awan, apa yang kita harapkan ialah, BBM jenis premium dapat dinikmati oleh masyarakat yang sesuai dengan kebutuhkan.

“Untuk data penyaluran Premium dari Januari sampai dengan Agustus sebanyak 211.210 KL dan Solar sebanyak 117.225 KL, untuk periode Januari sampai dengan September,” paparnya.

Artinya, ungkap Awan, apa yang kami salurkan telah sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan
atas permintaan / order masing masing SPBU.

“Jadi, untuk mengantisipasi terkait kecurigaan masyarakat ketika penyaluran BBM, Pertamina juga butuh bantuan dari pihak kepolisian serta Pemerintahan Kota Provinsi untuk mengawasi maupun mencegah terjadinya penyalahgunaan dalam pendistribusian, serta mengungkap apa sesungguhnya yang terjadi dilapangan,” sebut Marketing Branch Manager Pertamina Batam.(vnr)