BPOM Tarik Beberapa Merek Obat Ranitidin di Pasaran

SALAH merek obat Ranotidin yang ditarik dari pasaran.Foto:Ist

BATAM (HK) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan surat perintah penarikan obat ranitidin yang berbentuk injeksi atau sirup yang biasa digunakan untuk mengobati penyakit lambung dan usus.

Adanya penarikan itu dikarenakan adanya ditemukan senyawa N-Nitrosodimetilamina yang terkandung dalam obat ranitidin yang bisa memicu kanker jika dikonsumsi jangka panjang oleh Badan Kesehatan Amerika FDA dan European Medicines Agency (EMA).

Mengacu kepada hasil penelitian dua lembaga tersebut BPOM pun mengawal keamanan obat yang ada di Indonesia. Sebagaimana dikutip dari situs resmi BPOM ,Badan POM telah memberikan persetujuan terhadap ranitidin sejak tahun 1989 melalui kajian evaluasi keamanan, khasiat, dan mutu. Ranitidin tersedia dalam bentuk sediaan tablet, sirup, dan injeksi.

Kepala BPOM Provinsi Kepri, Yosef Setiawan mengatakan untuk di daerah Kepri sendiri BPOM telah melakukan pemantuan obat yang sudah 30 tahun beredarnya itu.

“kalau untuk penarikan itu dilakukan oleh produsen obat tersebut, kami melakukan pemantauan proses penarikan. Obat yang ditarik itu tidak semua jenis ranitidin namun hanya untuk jenis dan batch tertentu,” ucap Yosef. Rabu (9/10/2019).

Dikatakan Yosef, adapun tanggal waktu yang diberikan untuk penarikan obat itu adalah 80 hari kerja. Untuk saat ini ada beberapa merek ranitidin yang ditarik dari pasaran.

Yaitu, Ranitidin Cairan Injeksi 25 mg/mL yang pemegang izin edar PT Phapros Tbk, Zantac Cairan Injeksi 25 mg/mL yang pemegang izin edar PT Glaxo Wellcome Indonesia

Kemudian, Rinadin Sirup 75 mg/mL yang pemegang izin edar PT Global Multi Pharmalab Indoran Cairan Injeksi 25 mg/mL yang pemegang izin edar PT Indofarma dan Ranitidin Cairan Injeksi 25 mg/mL yang pemegang izin edar PT Indiofarma.

Ditambahkannya, bahwa masyarakat tidak perlu khawatir jika ingin mengkonsumsi ranitidin karena tidak semua ranitidin yang mengandung senyawa NDMA tersebut, namun jika masih khawatir ada alternatif obat lain selain ranitidin yang mempunyai senyawa yang sama.

“Tersedia obat lain golongan H2 bloker yang dapat digunakan untuk mengatasi keluhan lambung, yaitu ,Cimetidin dan Famotidin namun demikian pasien diminta berkonsultasi dengan dokter atau apoteker jika ingin mengganti obat yang akan diminum” bebernya. (Cw64)