Gubernur AAL Dan Lantamal IV Melepas Keberangkatan KRI Bima Suci Ke Bali

KAPAL Perang RI (KRI) Bima Suci-945 di dermaga Batu Ampar Batam Kepulauan Riau, Kamis (17/10).Foto:Boby/Haluan Kepri

BATAM (HK) – Gubernur Akademi Angkatan Laut (Gubernur AAL) Laksaman Muda TNI Edi Sucipto didampingi Danantamal IV Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah bersama unsur SKPD Kota Batam dan masyarakat Kota Batam melepas keberangkatan Kapal Perang RI (KRI) Bima Suci-945 di dermaga Batu Ampar Batam Kepulauan Riau, Kamis (17/10).

Edi mengatakan kedatangan KRI tersebut di Batam adalah pelabuhan ke-9 dimana sebelumnya sudah delapan pelabuhan yang sudah disinggahinya.

“Kesembilan negara yang disinggahi adalah Manila, Philipina, Osaka Jepang, Korea Selatan, Sanghai Cina, Brunai Darusalam, Malaysia, Thailand, Myanmar,” ungkap Edi.

Ia menambahkan, KRI Bima Suci tersebut akan berlayar kembali ke Bali, disana temen-temennya akan non board Taruna dan Taruni dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara dan Taruna dari Australia.

“Selanjut akan berlayar ke Benoa Bali, setelah dari Bali selanjutnya akan berlayar menuju negara Australia kemudian kembali ke Indonesia yaitu ke Surabaya,” jelasnya.

Selama sandar ditiap negara para Taruna dan Taruni mempersembahan budaya Indonesia. Di era sekarang ini lebih dikenal membangun kepercayaanantara satu negara dengan negara yang lainnya dengan cara diplomasi”pungkasya.

Ditempat yang sama, Arsyad mengatakan Lantamal IV sebagai Satuan Pelaksan(Satlak) dukungan operasi dengan kedatangan KRI Bima Suci mendukung semaksimal mungkin baik itu fasilitas sandar, fasilitas logistik, dan kegiatan selama di Batam,

“Antara lain yang sudah di laksanakan yaitu Kirab Kota, melaksanakan kunjungan kepada pejabat-pejabat pemerintah Kota Batam dan pejabat TNI dan Polri,” ungkapnya.

Tidak hanya itu Taruna dan Taruni juga mempromosikan ke SMA-SMA yang ada di Batam tentang bagaimana AALserta akan mengenalkan kota Batam kenegara yang disinggahinya yaitu Welcome To Batam, 6 jembatan Barelang dan wisata bahari seperti di Nongsa serta shipyard-shipyard.

“Sebagaimana, respon dari pemerinah Kota Batam sangat postif karena Kota Batam merupakan salah satunya yang terpilih sejak berlayar ke delapan negara yang disinggahi khususnya di Indonesia,” pungkasnya.

Diketahui, KRI Bima Suci-945 ini memiliki panjang 111,2 meter kemudian lebar 13,6 meter lalu draft nya5,9 meter.

KRI Bima Suci Kelas Barque yang mempunyai tinggi tiang layar maksimal 49 meter dengan luas layar 3,352 m². Ketiga tiang tersebut memiliki layar berjumlah 26 buah layar. (bob)