Museum Batam Bernama ‘Raja Ali Haji’

Salah ruangan yang ada di Museum Raja Ali Haji, Batam. (damri/haluankepri.com)

Salah ruangan yang ada di Museum Raja Ali Haji, Batam. (damri/haluankepri.com)

BATAM (HK) – Museum Kota Batam sekarang sudah diberi nama, yakni, Raja Ali Haji.

Museum Batam itu berlokasi di Dataran Engku Putri Batam Center, merupakan dulunya digunakan sebagai Astaka MTQ Nasional pada 2014.

Meskipun museum itu tergolong baru, namun juga sudah terdaftar di database museum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Namanya sudah kita pilih, yaitu Raja Ali Haji,” kata Walikota Batam, Muhammad Rudi di Nongsa, Kamis (17/10/2019).

Dikatakan Rudi, nama Raja Ali Haji itu dipilih adalah berdasarkan hasil kajian dan masukan tim. Serta sudah melalui pembahasan bersama Lembaga Adat Melayu (LAM).

Awalnya untuk nama museum itu ada tiga nama yang diusulkan, yaitu Raja Haji Fisabilillah, Raja Ali Haji dan Raja Ali Kelana. Ketiga nama itu adalah nama pahlawan nasional yang berasal dari Kepri dan terbaru pada 2017 Sultan Mahmud Riayat Syah.

“Nama Raja Haji Fisabilillah sudah digunakan untuk nama jembatan I Barelang. Sedangkan Sultan Mahmud Riayat Syah sudah menjadi nama masjid terbesar di Batam, oleh karena untuk musem dipilih nama Raja Ali Haji,” ucapnya.

Rudi berpesan kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam untuk terus mengembangkan museum tersebut.

“Gali potensi daerah sejak awal Batam ada. Mana sejarah yang ada, masukkan di museum itu,” pungkasnya. (dam)