Polresta Gelar Apel Siaga Jelang Pelantikan Presiden

KAPOLRESTA Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo SIK menyalami prajurit TNI saat apel siaga.Foto:Nov Iwandra/Haluan Kepri

BATAM (HK) – Menjelang pelantikan Presiden Republik Indonesia, Minggu, 20 Oktober 2019 mendatang, Polresta Barelang menggelar apel siaga guna menjaga keamanan dan ketertiban yang kondusif, Kamis (17/10) sore, dilapangan
apel Polresta Barelang.

Apel dipimpin langsung Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo SIK, diikuti sebanyak 450 Personel Gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP beserta Dishub Batam, disiagakan.

AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo mengatakan terhitung mulai hari ini, kegiatan pengamanan menjelang hari pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI, sudah dilaksanakan sebagaimana tindak lanjut intruksi pimpinan.

“Personel yang disigakan sebanyak 450 orang, yang terdiri dari gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan Dishub Batam yang berpatroli untuk dapat menjaga keamanan dan ketertiban. Sehingga, tercipta kenyamanan dan Kondusifitas warga,” kata AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo, Kamis sore kemaren.

Adapun bentuk pengamanan dan pengawasan yang dilakukan, ungkapnya, Polresta Barelang beserta jajaran melakukan patroli skala besar,
menempatkan personel dititik titik lokasi yang rawan dan tempat keramaian.

“Begitu juga didalam kegiatan razia kendaraan yang dimungkinkan mereka membawa barang bebahaya. Intinya ada pengamanan berbentuk statis dan mobile selama 24 jam penuh. Nanti personel akan dibagi,” tambah Prasetyo.

Dilanjutkannya, kegiatan pelantikan Presiden nantinya dijadwalkan pada 20 oktober sekitar pukul 14.00 di Jakarta. Namun didaerah tetap siaga dan membangun kondisi yang kondusif sehingga acara pelantikan “pimpinan tertinggi Republik Indonesia”, di Jakarta berjalan tanpa ada halangan apapun.

“Kita lihat akhir-akhir ini, ada sebuah gerakan dan perkembangan yang mengganggu agenda nasional tersebut. Halitu berawal dari kejadian di Padeglang dan sudah menangkap 36 orang teroris yang siap mengganggu kelancaran pelantikan presiden di 9 kota nantinya,” terang Prasetyo.

Ditambah lagi Revisi UU KPK diberlakukan hari ini, imbuhnya, dan konflik di daerah, semuanya harus mampu kita cerna dengan baik,sehingga dapat mengantisipasi hal yang tak diinginkan.

“Disini kita harus besinergi, dengan melihatkan kepada masyarakat bahwa, aparat melakukan bekerjasama demi untuk menjamin kelancaran pelantikan kepala negara,” imbuhnya.

Sebagai aparat, tentunya polisi harus siap dan menjamin keamanan ditiap wilayah, terutama di Batam.

“Ini perlu agar tidak muncul rasa kegaduhan di tengah masyarakat. Dan harus disadari sudah ada orang disini yang mengembangkan isu-isu yang dapat mengganggu kondusifitas,” ungkap Kapolresta Barelang.

Artinya apa, ucap Prasetyo, semua sudah ada di tangan kita untuk mengantisipasi, sehingga Batam tetap aman, nyaman dan kondusif. Dan
segala potensi bisa saja terjadi,” ingatnya.

Prasetyo sendiri sangat yakin, sinergitas yang dilaksanakan aparat secara bersama tersebut bisa di dalam mengamankan agenda nasional khususnya di Kota Batam.

“Mari kita tunjukan kepada masyarakat bahwa kita bersinergi. Sehingga tidak ada lagi isu isu yang meresahkan masyarakat tersebut. Maka Kami melakukan tindakkan tegas pada orang, ataupun kelompok yang menggangu stabilitas Kota Batam. Kesiapsiagaan kita menjadi kunci agar tidak merusak stabilitas Kota Batam yang sudah aman saat ini,” tutur Prasetyo.

Sejauh ini menurutnya, sesuai diri pengamatan Kota Batam ini sangat masih kondusif. Namun perkembangan itu tidak bisa dinilai hari ke hari karena bisa saja ada perubahan strategi.

“Artinya, perkemnangan harus terus dipantau dari menit ke menit dan jam per jam. Bahkan bisa saja isu yang tidak ada di Batam muncul sekonyong konyong, dan kemudian ada yang mengembangan. Sehingga bisa memicu satu peristiwa, bahkan terjadinya konflik di Batam,” jelasnya.

Nah, imbuhnya, untuk tindakkan pemanganan yang sudah dilakukan, pihaknya menerjunkan personel di dunia nyata. Begitu juga di dunia maya, sudah ada tim yang melakukan patroli cyber maupun memonitoring isu berkmbang.

“Kita memiliki tim khusus yang telah bertugas untuk memonitor isu-isu di media sosial. Demi mengantisipasinya agar tidak adanya isu hoax yang beredar. Dan kami harapkan Batam tetap aman hingga nantinya,” tandas Prasetyo.(vnr)