Kakanwil Kemenag Kepri: Pustaka Sangat Penting

Kakanwil Kemenag Kepri, Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH, MA (tengah) saat memberikan arahannya didampingi Kabid Bimas Islam, H. Edi Batara (kanan), dan Ketua Panitia Kegiatan, Afifah Mardiyah. (istimewa)

Kakanwil Kemenag Kepri, Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH, MA (tengah) saat memberikan arahannya didampingi Kabid Bimas Islam, H. Edi Batara (kanan), dan Ketua Panitia Kegiatan, Afifah Mardiyah. (istimewa)

Tanjungpinang (HK) – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Kepri, Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH, MA, mengungkapkan, sistem kepustakaan Islam yang berisi tentang sistem nilai ajaran Islam yang menopang pada produksi pengetahuan dan pemahaman mengenai Islam bahkan hingga ke ruang publik, sangat penting. Istilah kepustakaan dimaksud merujuk pada suatu karya, yang terkait kegiatan atau proses menghasilkan suatu karya perpustakaan sebagai institusi atau organisasi yang mengelola karya-karya tulis berupa buku atau naskah.

Demikian dikatakan Kakanwil Kemenag Kepri saat Kanwil Kemenag Kepri melalui Bidang Bimas Islam menyelenggarakan Sosialisasi dan Pendataan Kepustakaan Islam se-Kepri tahun 2019 yang dipusatkan di Plaza Hotel, Tanjungpinang, pada, Jumat (18/10/2019).

Hadir pada saat pembukaan, Kepala Bidang Bimas Islam H. Edi Batara, sejumlah Kasi di Bidang Bimas Islam dan peserta.

“Pengembangan kepustakaan di lingkungan umat Islam menjadi penting dan strategis. Oleh karena itu, saya minta para peserta bisa menjadi penggerak kepustakaan masjid-masjid yang ada di Kepri,” ucap Kakanwil lagi.

Dikatakannya, salah satu bentuk penyelenggaraan kepustakaan Islam tersebut adalah pada perpustakaan masjid. Sebagai sarana penting bagi pola pembelajaran masyarakat, lanjutnya, perpustakaan masjid dinilai mampu menjadi jembatan utama bagi peningkatan minat baca dan kemampuan literasi masyarakat Islam, baik literasi dasar, literasi informasi, maupun literasi keagamaan.

“Kami sebagai regulator, berkewajiban merumuskan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, kriteria, bimbingan teknis dan evaluasi dibidang kepustakaan Islam. Oleh karena itu, bagi pengurus pustaka masjid silahkan susun buletin bulanan untuk jamaah, segera lakukan pembenahan pustaka di masjid-masjid masing-masing,” pesan Kakanwil.

“Manfaatkan waktu yang ada nanti untuk berdialog dengan para nara sumber. Karena kami mengundang pakar-pakarnya,” ucap Kakanwil.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Afifah Mardiyah, mengatakan, dalam konteks Indonesia, pembinaan dan perkembangan kepustakaan Islam pertama kali dilihat sebagai ikhtiar mewujudkan cita-cita luhur bangsa, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945.

“Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, antara lain diwujudkan dengan pengembangan kepustakaan di tengah-tengah masyarakat sebagai wahana pembelajaran,” kata Afifah.

Disampaikannya, kegiatan itu diselenggarakan selama tiga hari dengan peserta sebanyak 30 orang. (fhy/r)