Nyalakan Industri Akuakultur Kepri

Pembina MAI Koorda Kepri, Dr. Romi Novriadi, bersama Ketua DPRD Batam, Nuryanto, Ketua Pokdakan Mitra Laut, Mukthi dan Menajement Précon Food BV, Belanda, berkunjung ke KJA, Pokdakan Mitra Laut, di Kampung Teluk Air, Setokok, Barelang, Minggu (20/10) pagi. (nov/haluankepri.com)

Pembina MAI Koorda Kepri, Dr. Romi Novriadi, bersama Ketua DPRD Batam, Nuryanto, Ketua Pokdakan Mitra Laut, Mukthi dan Menajement Précon Food BV, Belanda, berkunjung ke KJA, Pokdakan Mitra Laut, di Kampung Teluk Air, Setokok, Barelang, Minggu (20/10) pagi. (nov/haluankepri.com)

  • MAI Korda Kepri Gelar Seminar Nasional di Batam

BATAM (HK) – Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI), Koordinator Daerah (Korda), di Kepri, menggelar deklarasi serta seminar, Senin (21/10/2019), di Harmoni One Batam Centre.

Kegiatan itu bertujuan untuk membangun sinergisitas antara nelayan, para pelaku usaha, akademisi, birokrat dan stakeholder dalam mendukung optimalisasi produksi perikanan budidaya berkelanjutan, berkualitas tinggi dan produktif.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh mantan Menteri Perikanan Republik Indonesia, Prof. H Rokhmin Danuri itu, rencananya akan dihadiri sejumlah petinggi Pemerintah Provinsi Kepri. Acara juga akan diisi dengan penandatanganan MoU, bekerjasama bidang Pendidikan, Penelitian serta Sertifikasi, antara di Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta, Yayasan Lingga Terbilang beserta MAI, dengan Précon Food Management BV, Belanda.

Pembina MAI Korda Kepri, Dr. Romi Novriadi, M.Sc menerangkan, kegiatan seminar nasional tersebut akan dibuka resmi oleh, Prof Rokhmin Danuri, President MAI Indonesia Terpilih periode 2019/2024 termasuk Pelantikan dan Deklarasi MAI Korda Kepri.

“Acara ini mengambil tema ‘Nyalakan Industri Akuakultur di Provinsi Kepri’,” kata Dr Romi Novriadi, ketika berkunjung ke Keramba Jaring Apung (KJA), Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan), Mitra Laut, di Kampung Teluk Air, Setokok, Barelang, Minggu (20/10/2019) pagi.

“Acara tidak hanya seminar serta deklarasi, namun, juga penandatanganan MoU, dengan pihak Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta, Yayasan Lingga Terbilang (YLT), serta MAI Kepri, sama Précon Food Management BV, Belanda,” tambahnya.

Dikatakannya, acara juga akan dihadiri oleh Plt Gubernur Kepri, H. Isdianto, Dr. HM Soeryo, Alias Wello SIP, serta stakeholder lainnya yang sekaligus melantik Ketua dan jajaran pengurus MAI Korda Kepri.

Dipaparkannya, dalam seminar akan diisi oleh beberapa pembicara utama tingkat nasional yang berkompeten dan menguasai dibidangnya masing masing.

“Diantaranya ialah Prof Dr Yushinta Fujaya dari Universitas Hasanuddin Makasar dengan judul Presentasi Budidaya Kepiting, Prospek Bisnis serta Keberlanjutannya. Kemudian, Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA (Universitas Maritim Raja Ali Haji) dengan judul Presentasi, Kondisi Lingkungan Kepulauan Riau dalam perspektif Pembangunan Berkelanjutan,” ucap Romi.

Kemudian, imbuhnya, Ronald Van den Heuvel dengan memberikan presentasi tentang BAUR Project yang mengintegrasikan antara sistim pendidikan jarak jauh “face to face” education system untuk anak-anak nelayan di Kepulauan Riau

“Ada Ayub Faidilan dari Lembaga Kelautan dan Prikanan RI yang menekankan kepada konsep pengembangan potensi perikanan dan budidaya, dan Nuryanto, Ketua DPRD Batam yang akan bicara pentingnya legislasi,” ucap Romi Noviardi.

Dia melanjutkan, acara pun diperkaya dengan pembacaan puisi “Jikalau Laut Kepri Dinyalakan” karangan Abdul Karim Ibrahim untuk dapat memperkuat semangat pembangunan perikanan budidaya,” pungkasnya. (vnr)