Kadin Kepri Tantang Calon Kepala Daerah Se-Kepri, Capai Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

KETUA Kadin Kepri, Akhmad Ma'ruf Maulana.Foto:Boby/Haluan Kepri

BATAM (HK) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Riau menantang para kandidat yang akan bertarung di Pilkada 2020 Se-provinsi Kepri dengan membuat kontrak Politik.

Untuk Pilkada 2020 mendatang, kami dari kadin Kepri menantang kepada kawan-kawan baik itu calon walikota, Bupati maupun Gubernur untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi dikepri minimal 7 persen sepakat membuat kontrak Politik,” kata ketua Kadin Kepri, Akhmad Ma’ruf Maulana, Selasa (21/20/2019) siang.

Artinya lanjut Makhruf apabila kandidat yang menang dimasa periodenya tidak sanggup mewujudkan pertumbuhan ekonomi minimal tujuh persen, maka untuk periode berikutnya jangan mencalonkan lagi sesuai dengan komitmen kontrak politik yang disepakati.

Dikatakan, Kepri saat ini masih di kisaran empat persen, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dibutuhkan kemampuan calon pemimpin untuk memberdayakan seluruh potensi yang ada. 

“Pembangunan infrastruktur tidak cukup bila perekonomian kita masih rendah. Buat apa membangun infrastruktur, kalau ekonomi daerah kita nggak tumbuh, industri-industri yang ada tidak berkembang,” ujarnya.

Sebagaimana, pemerintah saat ini fokus dengan pertumbuhan ekonomi, maka itu Kadin Indonesia meminta seluruh kadin yang di daerah untuk membuat kontrak politik kepada seluruh calon-calon kepala daerah se-Indonesia.

“Jadi kami sudah menyiapkan Formulir bagi calon-calon kepala daerah yang berani ikut kontrak politik dengan Kadin Kepri dengan waktu selama tiga bulan terhitung hari ini
“ucap Ma’ruf.

Lanjutnya, saya berharap para kandidat nantinya siap membuat kontrak politik dengan kita. Apabila tidak berani, artinya dia tidak sanggup untuk memacu pertumbuhan ekonomi mencapai tujuh persen.

“Otomatis rakyat akan tau siap sebenarnya calon yang diidamkannya itu,” jelasnya.

Ia menegaskan, bahwa tujuan dari pada ini tidak ada sama sekali untuk berpolitik, kami hanya fokus di ekonomi dan kami punya kepentingan di ekonomi.

Dikatakan, menurut pengamatan ekonomi Indonesia, Rizal Amri bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun 2020 hanya mencapai 4,5 persen.

Hal senada, menurut pandangan pengamat Bank Dunia bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia dibawah lima persen

“Faktanya 15 tahun terkahir, kepri ini tidak ada tercapai pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional,” kata Ma’ruf.

“Jadi kami sangat khawatirkan hal itu, maka itu atas instruksi Kadin Indonesia kami tantang setiap calon kepala daerah untuk menandatangani kontrak politik ini,” ujarnya.(bob)