Syamsul Minta BC Batam Tindak Tegas Mafia Penyelundupan

Syamsul Paloh, Ketua Kadin Batam. (istimewa)

Syamsul Paloh, Ketua Kadin Batam. (istimewa)

BATAM (HK) – Maraknya kegiatan penyelundupan barang seperti kasur bekas, elektronik dan sembako hingga barang material di pelabuhan tikus Punggur dalam, Kabil, kecamatan Kabil Nongsa, Ketua Kadin Batam, Syamsul Paloh angkat bicara.

Menurutnya, jika kegiatan tersebut dibiarkan atau tanpa ada pengawasan ketat, dikhawatirkan adanya modus penyelundupan narkotika yang disisip lewat barang ilegal tersebut.

“Bila barang-barang seken dan balpres ini yang dimasukkan dari luar negeri tidak dilakukan penindakan serta kontrol yang tegas, dikhawatirkan adanya modus penyeludupan narkotika,” ungkap Syamsul saat dikonfirmasi awak media, Senin (21/10/2019).

Ia mengungkapkan, apa yang terjadi saat ini ilegal dan dilarang secara hukum.

“Bila mendiamkan atau tidak melakukan upaya penindakan, ada apa?” tanya Syamsul juga Ketua DPD Granat Kepri.

Ia meminta kepada aparat terkait khususnya Bea dan Cukai untuk menindak tegas dan menyeret ke meja hijau pelaku penyeludupan atau pemasuk barang-barang bekas dan Balpres ilegal ke wilayah hukum Kepri khususnya Batam.

“Tangkap dan penjarakan pelaku penyeludupan tersebut agar ada efek jera dan aparat harus menunjukkan keseriusan serta komitmennya dalam menindak dan memberantas penyelupan barang-barang ilegal yg melanggar hukum serta di larang UU,” tegas Syamsul.

“Tindakan penyeludupan ini jelas-jelas melanggar aturan hukum dan merugikan negara,” pungkasnya. (bob)