Batam Layak Punya Tempat Pelelangan Ikan

Prof. Rohkmin Dahuri. (nov-haluankepri.com)

Prof. Rohkmin Dahuri. (nov-haluankepri.com)

BATAM (HK) – Presiden Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) Pusat, Prof. Rokhmin Dahuri, mengatakan, Batam dan Kepri sebagai kawasan maritim dan memiliki potensi perikanan yang berlimpah, sudah layaknya memiliki Tempat Pelelangan Kkan (TPI) yang representatif.

Hal itu disampaikan mantan Menteri Perikanan RI itu dalam Seminar Nasional dan Pelantikan Ketua dan Jajaran MAI Korda Kepri, Senin (21/10/2019) siang di Hotel Harmoni One, Batam Centre.

“Potensi perikanan kita melimpah. Sayangnya, managerial, packaging maupun pemasarannya belum dikelola dengan baik, sehingga nilai jual hasil perikanan nelayan masih sangat rendah,” ucapnya.

Untuk itu, ucap Rohkmin, peluang ini harus dimanfatkan oleh semua masyarakat nelayan dan para pelaku usaha di bidang kemaritiman, khususnya bidang pembudidayaan perikanan di Batam dan Kepri.

“Artinya peran MAI Korda Kepri beserta semua kelompok pelaku usaha, HIPO dan masyarakat harus mampu bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memberikan konsep yang benar-benar bisa meyakinkan pemerintah. Apalagi adanya dukungan dari DPRD Kota Batam,” katanya lagi.

Secara teknis, ucap Rokhmin, Presiden MAI Pusat mendukung program TPI segera dibangun di Batam dan di Kepri.

“Kepri wilayahnya terdiri dari 96 persen lautan, dengan potensi penghasilan ikan yang sangat memadai,” ujar Rohkmin Dahuri serius.

Sementara itu, Ketua MAI Korda Kepri, Nuryanto, mengatakan, paska pelantikan ini pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah Kota Batam dan Kepri.

“Insya Allah, kita akan membahasnya di dalam Rapat Paripurna DPRD. Sehingga, harapan dan program MAI Korda Kepri ini dapat diwujudkan untuk peningkatan potensi perikanan maupun wilayah kemaritiman di Batam dan di Kepri ini,” kata Nuryanto. (nov)