BNNK Batam Perangi Narkoba lewat Perkemahan Pramuka

(istimewa)
  •  Ketua Kwarcab Pramuka Batam Teken MoU

BATAM (HK) – Merespon situasi bangsa yang berada dalam status darurat Narkoba, jajaran Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Batam terus melakukan sosialisasi memerangi bahaya narkoba melalui perkemahan besar, di Bumi Perkemahan Punggur, Nongsa, pada Jumat (18/10) sore kemarin.

Setelah menyampaikan tentang bahaya barang haram tersebut, Kepala BNNK Batam pun melakukan kerjasama (MoU) dengan Ketua Kwarcab Pramuka Batam, Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad, untuk ikut berperan memerangi bahaya narkotika.

Kepala BNNK Batam, AKP Tumpak Manihuruk menegaskan, menghadapi ancaman saat ini, para pemangku kepentingan dan pembuat kebijakan tak dapat berdiam diri melihat narkoba menghancurkan bangsa dan negara.

Bahkan, sambungnya lagi, semua harus bersatu untuk melindungi generasi
bangsa dari pengaruh peredaran gelap narkoba. “Tidak boleh ada lagi ego sektoral demi kepentingan bangsa,” tegasnya Tumpak kepada anak-anak Pramuka, kemarin itu.

Karena, katanya kembali, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batam sebagai lembaga negara yang memiliki kewajiban penuh dalam penanganan permasalahan Narkoba di Batam ini, yang menjadi garda terdepan dalam memutuskan langkah dan kebijakan yang diambil guna mengatasi peredaran gelap Narkoba ini.

Pihaknya juga akan menekan laju angka prevalensi penyalahgunaan Narkoba sejak periode Januari hingga Oktober 2019, bahkan pihaknya sudah bergerak aktif melakukan sinergi dengan berbagai elemen baik Instansi pemerintah.

Selain itu, masyarakat maupun di lingkungan pendidikan juga harus berperan aktif, diantaranya adalah pembentukan relawan dan penggiat anti narkoba dilingkungan pendidikan, masyarakat, instansi pemerintah dan swasta.

Dalam bidang Pencegahan BNN Kota Batam, kata Tumpak, kegiatan dilakukan baik berupa advokasi serta sosialisasi, dan kampanye STOP Narkoba.

“Untuk tahun 2019 sampai bulan ini, ada sebanyak 169 kegiatan dengan melibatkan 89.484 orang dari berbagai kalangan, baik kelompok masyarakat, pekerja, maupun pelajar,” paparnya.

Tak hanya itu, pihaknya pun telah merehabilitasi 96 penyalahguna Narkoba, baik yang rujuk rawat inap ke lokasi rehabilitasi maupun rawat jalan seperti di klinik pratama BNN Kota Batam dan klinik-klinik swasta yang tersebar di wilayah Batam diantaranya, Klinik Global Medical Center, Klinik Batam Health Care Center, dan Klinik Dunia Medical Centre.

Selain merehabilitasi, untuk korban penyalahgunaan narkoba, pihaknya juga kembali memberikan layanan untuk pembuatan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkoba (SKHPM) bagi masyarakat dengan tanpa dipungut biaya alias GRATIS.

“Nah, untuk menghadapi tugas yang berat dalam penanganan permasalahan Narkoba, kita bersifat terbuka, membuka diri untuk menjalin kerja sama dan bersinergi dengan seluruh komponen bangsa guna memperkuat barisan menghadapi ancaman bahaya narkoba ini,” terangnya lagi.

Ia pun menyampaikan, untuk tahun ini, BNN Kota Batam telah menjalin 7 kerja sama yang terdiri dari pemerintah, swasta, lingkungan pendidikan, dan komunitas masyarakat yang telah mengukuhkan komitmennya untuk melakukan aksi nyata dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Kita juga melakukan kerja sama dengan Kwarcab Pramuka Kota Batam. Karna gerakan pramuka adalah salah satu kegiatan yang positif di tengah masyarakat, sehingga diharapkan Pramuka menjadi generasi yang mampu menjadi tangan-panjang BNN untuk berperan memsosialisasikan P4GN dan aktif di gerakan stop narkoba dilingkungan sekitarnya,” imbuhnya. (ded)