Mungkinkah Soerya atau Ismeth Berpasangan dengan Marlin Rudi?

Aldi Samjaya

Aldi Samjaya

  • Oleh: Aldi Samjaya, Pemimpin Redaksi Haluan Kepri

Menarik jika kita mengamati kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kepuluan Riau yang digelar September 2020 mendatang.

Dua Pilkada di Kepri, yakni pemilihan Walikota Batam dan pemilihan Gubernur Kepri, menjadi Pilkada yang paling banyak mendapat perhatian publik Kepri.

Pada Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri, sejumlah nama telah muncul di masyarakat. Sebut saja, Ketua DPD PDIP Kepri, Soerya Respationo. Sebagai pimpinan partai pemenang Pemilu di Kepri, tentunya tidak sulit bagi seorang Soerya untuk diusung oleh partai dengan Ketua Umum Megawati Soekarno Putri ini.

Sejumlah nama juga telah diapungkan untuk mendampingi mantan Wagub Kepri ini. Satu nama disebut paling kuat yakni Plt Gubernur Kepri, Isdianto. Sepertinya Isdianto lebih nyaman menjadi wakilnya Soerya ketimbang maju menjadi calon gubernur yang secara otomatis akan menjadi rivalnya Soerya.

Calon Gubernur Kepri lainnya yang punya kans kuat adalah Walikota Batam, Muhammad Rudi. Berbeda dengan Soerya, kemunculan Rudi sebagai calon Gubernur Kepri masih mengambang. Terlihat Rudi masih bimbang, apakah masih bertahan di Batam, plus mendapat jabatan Kepala Badan Pengusahaan Batam atau maju ke Kepri satu, dengan risiko kehilangan dua posisi yang telah diraihnya saat ini.

Satu nama lagi yang dianggap mumpuni dan punya peluang kuat yakni, mantan Gubernur Kepri, Ismeth Abdulah. Sebagai mantan petahana yang sudah punya nama, punya pengalaman dan jaringan, tentunya figur Ismeth Abdullah layak diperhitungkan.

Tanpa mengenyampingkan nama lain, tiga nama inilah kandidat kuat yang akan bertarung pada perebutan kursi Kepri satu. Masing- masing mereka diprediksi tidak akan mau menjadi Kepri dua atau wakil gubernur.

Dari tiga nama di atas, jika mengacu pada UU Pilkada, praktis hanya Muhammad Rudi yang bisa bertarung di Pilwako Batam.

Mencermati hal tersebut, bisa saja Rudi benar-benar menentukan pilihannya untuk tetap bertarung di Pilwako Batam. Namun demikian, dapat kita pastikan, Rudi juga tidak akan mau kehilangan peran di kontestasi Pilkada Kepri.

Salah satu skenarionya adalah dengan memasangkan kader Nasdem atau orangnya Rudi menjadi wakil gubernur.

Jika dilihat dari fenomena politik di Kepri akhir-akhir ini, salah satu figur yang dapat saja diusung Nasdem atau Rudi, ke kontestasi Pilkada Kepri, yakni Marlin Rudi.

Berbekal nama besar Rudi, dan menjadi garansi agar sang purnawirawan Polri ini tidak maju ke Kepri satu, tentunya menjadikan Marlin Rudi sebagai wakil gubernur, merupakan suatu yang menggiurkan bagi siapa saja yang akan menjadi calon gubernurnya.

Sehingga tidak menutup kemungkinan, Soerya sebagai salah satu kandidat kuat penantang Rudi akan membuka diri untuk merangkul Marlin sebagai calon wakil gubernur. Atau bisa saja terjadi, Ismeth Abdullah yang saat ini semakin masif bersosialisasi di masyarakat, akan merangkul Marlin menjadi calon wakil gubernur. Apakah skenario tersebut bisa terjadi?

Tentu saja bisa, karena adagium politik mengatakan, bahwa tidak ada lawan dan teman yang abadi, yang abadi adalah kepentingan. Menarik kita tunggu. ***