by

Emak-emak pun Menangis Melihat Kiosnya Dibongkar

BATAM (HK) – Emak-emak Pedagang Kaki Lima (PKL) pasar Induk Jodoh beruraikan air mata melihat kios miliknya digusur oleh tim terpadu Kota Batam, Rabu (30/10/2019).

Pasalnya, kios itu selama ini adalah tempat mereka mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup, tapi dengan adanya pengusuran itu maka usaha yang selama ini dia jalankan akan berakhir sudah, sebab relokasi lahan untuk mereka belum ada kepastian untuknya.

“Usaha saya hanya ini satu-satunya pak, kalau bapak mengusur kios-kios kami ini maka akan hilang lah mata pencarian kami, karena tempat untuk relokasinya belum jelas tumpuknya,” ucap Murni yang mengaku salah satu PKL di pasar tersebut.

Hal yang sama disampaikan oleh pedagang lainnya, bahwa dia sebenarnya bukan tidak mau digusur dari situ dan dia paham itu adalah hak pemerintah, namun dia meminta agar ditempatkan bagian depan, bukan di belakang.

“Kata mereka kami akan direlokasikan di pasar Induk Jodoh ini juga, namun kami ditempatkan bagian belakang, kalau di belakang siapa yang akan belanja pak, sepi,” ungkapnya.

Pantauan Haluankepri.com dilapangan bahwa hingga saat ini penggusuran itu masih berlangsung oleh tim terpadu Kota Batam walaupun sempat diguyur oleh hujan deras. (dam)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed