by

Menunggu Nyali Ansar, Asman, Nyat dan Ria di Pilkada Kepri

  • Oleh: Aldi Samjaya, Pemimpin Redaksi Haluan Kepri

Selain Ismeth Abdulah, Soerya Respationo dan Muhammad Rudi yang saat ini disebut sebagai kandidat terkuat calon Gubernur Kepri, ada empat nama lain yang sebenarnya juga memiliki kans terpilih sebagai Gubernur Kepri.

Mereka yakni, Ansar Achmad, anggota DPR RI dari Partai Golkar, sekaligus peraih suara terbanyak Pemilu DPR RI 2019 daerah pemilihan Kepri. Ansar juga mantan Bupati Bintan. Kedua, anggota DPR RI dari Partai PAN yang juga mantan Menpan RB, Asman Abnur.

Selanjutnya, Nyat Kadir, anggota DPR RI dari Partai Nasdem yang juga mantan Walikota Batam serta anggota DPD RI, Ria Saptarika yang juga pernah menjabat Wakil Walikota Batam. Ria juga merupakan peraih suara terbanyak pada dua kali Pemilu DPD RI di Provinsi Kepri.

Tentunya, kapasitas, ketokohan dan popularitas keempat tokoh Kepri ini tidak diragukan lagi. Nyaris tidak ada masyarakat Kepri yang tidak kenal dengan mereka. Bahkan keberhasilan meraih kursi di Senayan, menjadi bukti bahwa mereka adalah putra- putra terbaik Kepri.

Melihat sederet raihan positif yang telah dicapai di bidang politik, sangat beralasan jika sebagian masyarakat Kepri berharap mereka ikut bertarung di perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kepri 2020.

Namun jika dilihat dari realitas politik akhir-akhir ini, belum terlihat gelagat dari para penghuni Senayan ini, untuk mencalonkan diri dalam ajang Pilkada Kepri. Bahkan, pendaftaran dan penjaringan calon kepala daerah yang jauh-jauh hari dilakukan sejumlah partai politik, belum satupun dari mereka terdengar mengambil formulir pendaftaran.

Pertanyaannya, apakah mereka tidak tertarik dengan kursi Gubernur Kepri, atau bisa saja mereka lebih memilih menjadi pejabat pusat yang berkantor di Senayan, ketimbang menjadi seorang gubernur?

Tentu, hanya merekalah yang tahu. Namun yang pasti, keberadaan UU Pilkada yang dijabarkan dalam Peraturan KPU No 15 tahun 2017, mengharuskan para anggota legislatif yang maju sebagai calon kepala daerah, mundur dari jabatan yang diemban. Diyakini, hal tersebut menjadi faktor utama yang membuat sederet politisi di atas gamang maju dalam kontestasi Pilkada Kepri.

Akan berbeda tentunya, jika aturan hukum yang berlaku tidak mengharuskan mundur dari jabatan yang diemban. Jika harus mundur dan ternyata tidak terpilih, bersiap- siaplah angkat koper dari kursi empuk yang ada di Senayan sana.

Apakah empat politisi kawakan Kepri yang sarat pengalaman ini masih memiliki nyali maju di Pilkada Kepri 2020? Menarik untuk kita tunggu.***

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed