by

Puluhan Bimbar dan Angkot Diamankan Dishub

BATAM (HK) – Puluhan kendaraan angkutan umum yakni Bimbar dan Angkot diamankan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam. Mobil yang diamankan itu adalah mobil angkutan umum yang tidak layak beroperasi di jalan raya.

Hal itu setelah dilakukan pengujian, yaitu berupa KIR dan SIM para pengemudinya dalam razia yang dilakukan oleh Dishub Batam, Rabu (30/10/2019) di terminal Jodoh.

Kabid lalulintas Dishub Kota Batam, Edward Purba, mengatakan razia yang dilakukannya itu adalah razia rutin yang dilaksanakan oleh Dishub Kota Batam dengan bekerjasama dengan instansi terkait, yakni dalam rangka pembinaan kepada pemilik dan pengemudi angkutan umum yang ada di Batam.

Hal itu juga menanggapi permintaan dari masyarakat melalui media sosial, dimana Dishub diminta untuk mengadakan razia dan pembinaan kepada kendaraan umum yang ada di Batam, tarutama kepada bimbar atau angkot yang keugal-ugalan di jalan raya.

“Dilapangan ini kita lakukan cek surat dan kelengkapan angkot-angkot ini, jika didapatkan ada yang melanggar maka mobilnya langsung kita amankan dan dibawa ke kantor, untuk penyelesaiannya dilakukan di kantor,” ungkapnya.

Dijelaskannya, bahwa semua mobil yang didapatkan bermasalah itu akan ditilang dan harus melakukan penyelesaian administrasinya. Jika KIR nya bermasalah maka harus di urusnya terlebih dulu.

Tapi jika dalam pengurusan KIR itu didapatkan bahwa mobil itu tidak layak untuk beroperasi lagi maka mobil itu akan ditahan sampai yang bersangkutan menyelesaikan persidangan di Pengadilan.

“Namun bagi kendaraan yang dianggap sudah tidak layak lagi untuk beroperasi maka badan usaha angkot atau bimbar itu akan dipanggil, jika badan usahnya tidak ada maka yang bersangkutan harus membuat surat pernyataan untuk merubah platnya dari kuning menjad plat hitam, kemudian dia tidak lagi boleh beroperasi sebagai angkutan umum,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Batam, Rustam Efendi mengimbau kepada pemilik kendaraan baik angkutan umum agar mempekerjakan supir yang layak untuk membawa kendaraan, yaitu memiliki SIM.

Kemudian agar kendaraannya itu diperbaiki dan dilengkapi seperti layaknya sebuah angkutan umum agar penumpang nyaman dan aman. Supir angkutan umum itu tidak boleh ada supir dua dan tiga, supirnya itu haya satu, yakni tidak boleh mengunakan supir tembak.

“Karena supir tembak itu kebanyak tidak mempunyia SIM dan hanya untuk mengejarkan storannya saja, sehingga tidak memikirkan kenyamanan dari penumpang dan juga penguna jalan lainnya,” ucap Rustam.

Diakui Rustam, dimana selama ini mobil angkutan umum banyak yang semberaut dijalan raya, ada sebagian supir angkot tidak mempunyai SIM, Bahkan tidak hanya itu, juga banyak ditemukan angkutan umum itu KIR nya bermasalah dan juga terkadang mobilnya tidak mempunyai rem, sehingga akhirnya menimbulkan kecelakaan.

“Oleh karenanya semuan mobil angkutan umum itu ditertibkan, guna untuk keselamatan masyakar Kota Batam, baik itu untuk para pengemudi bimbar itu sendiri, penumpang dan juga para penguna jalan raya lainnya,” tutupnya. (dam)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed