Bawaslu Batam Bakal Buka Pendaftaran Panwascam, Ini Syaratnya

KETUA dan Anggota Bawaslu Kota Batam, yakni Syailendra Reza, Bosar Hasibuan dan Nopialdi sedang memberikan penjelaskan kepada awak media. Foto: Damri/Haluan Kepri

BATAM (HK) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Batam membuka pendaftaran Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) untuk pengawasan pelaksanaan Pilkada 2020 mendatang.

Ketua Bawaslu Kota Batam, Syailendra Reza mengatakan, pendaftaran Panwascam itu akan mulai 27 November hingga 3 Desember 2019.

“Kita berharap masyarakat Kota Batam berperan aktif untuk mensukseskan perekrutan ini dengan ikut mendaftarkan diri apabila memenuhi persyaratannya,” ucap Reza dalam jumpa pers , Jumat (8/11/2019) di kantornya.

Dikatakan Reza, adapun jumlah yang bakal direkrut untuk Panwascam Kota Batam sebanyak 36 orang, yang nantinya disetiap kecamatan akan diolokasikan tiga orang.

Adapun persyaratan mendaftara Panwascam diantaranya adalah, berusia paling rendah 25 tahun, minimal pendidikan SMA, bersedia mengundurkan diri dari organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum atau tidak apabila terpilih nantinya sebagai Panwascam.

Bagi yang PNS harus mendapat izin dari atasannya. Tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam pidana lima tahun atau lebih.

Memiliki kemampuan dan keahlian yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu, ketatanegaraan, kepartaian dan pengawasan pemilu. Tidak pernah menjadi anggota partai politik atau telah mengundurkan diri dari anggota partai politik sedikitnya lima tahun pada saat mendaftar.

Tidak sedang atau tidak pernah menjadi anggota tim kampanye salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden, calon anggota DPRD, DPD, DPRD serta pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah sekurang-kurangnya dalam jangka waktu lima tahun.

“Adapun gaji atau honor pokok yang didapat oleh anggota Panwascam itu adalah sekitar Rp1,8 juta hingga Rp2 juta. Selain itu akan juga diberi uang BBM atau insentif,” tuturnya. (dam)