Polairud Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster 214.100 Ekor

DIR Polairud Kepri, Kombes Pol Benyamin Sapta bersama Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga dan Plt PSDKP Batam, Syamsu dan pihak Karantina Perikanan Batam menunjukkan barang bukti.(Dedy/HaluanKepri)

SEKUPANG (HK) — Jajaran Direktorat Polairud Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan benih lobster di seputaran perairan Berakit, Kepri, pada Kamis (7/11) sekitar pukul 07.00 WIB pagi.

Diketahui rencananya benih lobster jenis pasir dan mutiara itu akan dikirim ke Singapura. Bahkan jumlah benih lobster tersebut mencapai 214.100 ekor benih.

Selain benih lobster, jajarannya pun berhasil menangkap 4 pelaku yakni 1 orang sebagai nahkoda kapal berinisial HH, dan 3 orang ABK yakni RK, JA dan NI.

Saat dirilis, Dir Polairud Polda Kepri, Kombes Benyamin Sapta menuturkan, sebelum melakukan penangkapan terhadap 4 orang pelaku tersebut, tim nya pun sudah melakukan penyelidikan selama sebulanan.

Pasalnya, benih lobster ini dibawa dari Kuala Tungkal Jambi menuju Singapura dengan melewati perairan Kijang, yang berdekatan dengan perairan Berakit yang menaiki speed 55 Knot.

“Jadi, disaat perjalanan para pelaku dengan dari Kuala Tungkal Jambi berhasil digagalkan dilokasi perairan Kijang oleh speed tersebut,” kata Benyamin, Jum’at (8/11) paginya.

Katanya lagi, pada saat diperiksa ternyata didalam speed terbuka itu membawa 44 dus yang didalamnya rata bungkus plastik 28 kantong plastik, dimama 1 dus itu masing-masing 200 benih lobster Pasir dan Mutiara.

Dari sebanyak 214 100 ribu ekor benih yang jenis lobster pasir 18 ribu sedangkan lobster mutiara sebanyak 196 ribu. Bahkan kalau nilai ekonomisnya 1 ekor benih lobster jenis mutiara Rp 250 ribu per ekor. Sementara lobster pasir sekitar Rp150 ribu per ekor. Jadi jika ditotal seluruhnya ada mencapai Rp33 milliar.

Kemudian, para pelaku pun diberikan upah sebanyak Rp 150 juta dibagi 4 orang dengan syarat bahwa barang harus sampai ke Singapura.

“Dari hasil interogasi bahwa pelaku itu sudah 5 kali melakukan hal yang sama. Jadi, biasanya dilakukan 1 mihggu sekali berangkat dari Jambi sampai ke Singapura. Bahkan hasil pengembangan jika benih lobster ini diberikan kepada tersangka orang Singapura,” katanya kembali.

Ia juga mengatakan, kepada para pelaku ini asli orang Batam dan Belakang Padang. Mereka pun dibiayai hingga sampai tuntas mengantarkan benih lobster tersebut.

Untuk selanjutnya, pihaknya pun akan berkoordinasi dengan Singapura serta pihak Karantina Perikanan dan pihak PSDKP Batam untuk melakukan pengembangannya. Diketahui juga bahwa benih lobster itu akan dilepas biakkan diperairan Pulau Abang.

Informasi nya, jika asal lobster habitat diperairan pantai selatan Pangandaran Jawa Barat, Bengkulu, Jambi. Dan benih lobster saat ini sedang sulit bukan musimnya hingga nilai lebih tinggi.

Maka dari itu, para pelaku pun dijerat Pasal 88 tentang Perikanan dengan ancaman 6 tahun penjara denda Rp 800 juta.(ded)