Pengangguran Kepri Peringkat 4 Nasional, Ini Kata Kadin Batam

Syamsul Paloh. (istimewa).

Syamsul Paloh. (istimewa).

Batam (HK) – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, Syamsul Paloh, menyoroti angka pengangguran terbuka di Kepri yang masuk peringkat empat nasional, padahal data investasi asing yang masuk ke Kepri justru berada di posisi 6 besar nasional.

“Fakta ini menyimpulkan dua hal, pertama, investasi yang masuk tidak menyediakan lapangan kerja yang cukup. Kedua, data investasi yang tercatat perlu dipertanyakan akurasinya, karena tidak berdampak terhadap pengurangan pengangguran,” ujar Syamsul menanggapi hal tersebut, Sabtu (9/11/19).

Kadin Batam mengimbau Badan Pengusahaan Kawasan Batam, Bintan, Karimun agar serius bekerja mendorong arus investasi masuk ke Kepri agar semakin banyak pabrik yang beroperasi dan semakin banyak lapangan kerja tercipta.

Menurut Syamsul, tantangan dan persaingan global semakin ketat, sudah seharusnya pengelola kawasan lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan kawasan agar semakin menarik dan berdaya saing.

“Kadin mendorong pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan BP bahu membahu menciptakan iklim investasi yang kondusif dan menarik bagi investor. Selain membenahi birokrasi pelayanan perizinan, sarana infrastruktur pendukung juga harus diperbaiki,” kata dia.

Dicontohkan Syamsul, di Batam. Pelabuhan Batu Ampar sudah sangat tertinggal dan puluhan tahun tidak tersentuh modernisasi. Padahal menurutnya, pelabuhan tersebut merupakan pintu masuk utama ke dalam kawasan FTZ.

Dia juga menyorot persoalan lahan yang tidak kunjung beres di Batam, sehingga bisa mempengaruhi minat investor untuk masuk.

“Investor itu butuh lahan, tapi lahan banyak bermasalah, banyak yang mangkrak. Harus ada kepastian hukum dari pemerintah daerah dan BP, supaya masalah lahan bisa selesai dan produktif bagi percepatan pembangunan,” tambah Syamsul.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sejumlah provinsi mencatatkan persentase tingkat pengangguran terbuka dari angkatan kerjanya yang lebih tinggi dari persentase nasional sebesar 5,34 persen, yakni Banten, Jawa Barat, Maluku dan Kepulauan Riau berada di posisi ke empat. BPS mencatat, tingkat pengangguran terbuka di provinsi Kepri mencapai 7,12 persen. (r)