Saat Pesta Miras, Tujuh Pelaku Begal Dibekuk

PELAKU begal diamankan saat pesta miras di seputaran Nongsa. Ist

BATAM (HK) – Tujuh pelaku begal yang kerap melakukan aksinya di seputaran Batam center berhasil di bekuk jajaran satreskrim Polsek Batam kota ditempat dan waktu yang berbeda.

Enam orang diantaranya yakni, ALV (27), ML (20), LY (19), AM (19), M (18), MJ (22). Mereka berhasil diamankan pada saat pesta miras di sekitar Perum BCL, Nongsa pada Rabu (6/11/2019) dini hari usai melakukan aksinya di depan Politeknik Batam.

“Sementara itu, untuk otak pelaku DSL (22) yang sempat kabur (DPO) saat dilakukan penyergapan, 3 hari setelah penangkapan 6 rekannya pada Jumat (8/11/2019) malam pelaku DSL berhasil diamankan dirumah kekasihnya di Nongsa,” kata Kapolsek Batam Kota AKP Restia Octane Guchy melalui Kanit Reskrim Ipda Putra, Sabtu (9/11/2019).

Diketahui, ketujuh pelaku begal itu merupakan warga Nongsa, 2 pelaku diantarnya terpaksa di hadiahi timah panas di bagian kaki akibat melakukan perlawanan kepada petugas.

Putra menjelaskan kronologi penangkapan komplotan begal tersebut berawal dari laporan korban.

“Dimana saat korban (RS) warga bengkong telaga indah ini hendak pulang dihadang oleh 2 pelaku dengan sepeda motor di depan Politeknik Batam” ungkap Putra.

Lanjutnya, setelah korban berhenti, kemudian salah seorang pelaku menendang korban pada bagian belakang sepeda motor korban hingga terjatuh ke aspal,

“Kemudian seorang pelaku lainnya membekap korban dari belakang dan memaksa korban untuk menyerahkan barang-barang berharga miliknya,” jelasnya.

Adapun barang korban yang berhasil di bawa kabur oleh kedua pelaku diantaranya satu unit handphone merk samsung J5 dan uang tunai sebesar Rp200 rb dengan total Kerugian Rp2,9 jt.

Tak hanya itu, dari pengakuan para pelaku ini ternyata mereka sudah kerap melakukan aksinya di depan kampus Uniba dan jalan raya depan Hotel Harmoni one, “TKP itu juga sesuai dengan LP yang kita terima,” jelasnya.

Atas perbuatannya, ketujuh pelaku dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dan kekerasan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun penjara. (bob)