Tantangan Penyelenggaraan Pilkada 2020 Makin Unik dan Rumit

KETUA KPU RI, Arief Budiman sedang memberikan sambutan. Foto: Damri/Haluan Kepri

BATAM (HK) – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman mengatakan bahwa pada Pilkada tahun 2020 nanti, tantangan penyelenggaraan pemilihannya sebetulnya makin unik, makin rumit dan makin besar jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika ditahun 2019 kemaren tekanan dan konfliknya begitu keras, namun ditahun 2020 punya karakteristik yang unik tersendiri diantaranya, capaian partisipasi pada saat Pileg dan Pilpres 2019 lalu hanya mencapai sekitar 82 persen.

“Jika nanti ditahun 2020 capaian partisipasinya menurun dari 82 persen, itu merupakan catatan yang kurang bagus,” ucap Arief dalam sambutannya pada acara launching pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak Provinsi Kepri. Jumat, (8/11/2019) di alun-alun Engku Putri Batam Center.

Untuk itu pihaknya berharap kepada seluruh penyelenggara Pemilu di daerah, agar Pemilu tahun 2020 nanti sebagai momentum untuk menyongsong Pemilu serentak yang akan dilaksanakan pada tahun 2024 mendatang.

“Pada 2020 nanti sebanyak 270 daerah, itu hampir setengahnya jumlah Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia menyelenggarakan pemilunya di 2020,” ujar Arief.

Menurutnya, kalau penyelenggaran Pemilu ditahun 2020 nanti baik, maka Pemilu ditahun 2024 akan menjadi momentum yang lebih mudah untuk diselenggarakan dengan lebih baik. Namun sebaliknya jika gagal, maka taruhannya cukup besar untuk 2024.

“Capaian-capaian 2019 saya mengucapkan terimakasih kepada Pemrov Kepri, seluruh pemerintah Kabupaten/Kota yang ada di Kepri, karena tanpa dukungan stakeholder KPU tidak akan mampu melakukan Pileg dan Pilpres kemaren sukses seperti yang saat ini kita capai,” pungkasnya. (dam)