by

BNNP dan Lantamal IV Musnahkan Sabu sebanyak 50 Kg

BATAM (HK) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri dan Pangkalan Utama TNI Angatan Laut (Danlantamal) IV musnahkan sabu seberat bruto 50.220,3 gram, di Markas Komando Pangkalan TNI Angkatan Laut (Mako Lanal) Batam, Selasa(12/11/2019).

Barang tersebut diperoleh dari tiga laporan kasus, dengan dua orang tersangka peredaran gelap narkoba jaringan sindikat narkotika di wilayah Provinsi Kepri.

Kepala BNNP Kepri, Brigjen Pol Richard Nainggolan mengatakan, dari tiga kasus itu, pertama adalah tangkapan oleh Tim F1QR Lanal Batam sebanyak 49.598 gram di Perairan Tanjung Pinggir, pada 2 oktober 2019 lalu.

Kasus yang kedua, Petugas BNNP Kepri dan Tim Lanal Batam mendapatkan dari seorang pelaku dengan inisial MS (43), karena melakukan tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika golongan jenis sabu seberat 2.023 gram.

Yakni pada 14 Oktober 2019 lalu di pinggir Pantai Piayu Laut Kecamatan Sei Beduk Kota Batam. Tersangkan itu membawa dua buah kantong kertas berisikan sabu seberat 2.023 gram.

Menurut keterangan dari tersangka dia adalah sebagai kurir untuk membawa sabu itu dari seseorang inisial J. “J itu sekarang adalah DPO, dia merupakan langgganan penumpang ojek tersangka ini,” ucap Richard.

Dijelaskan Richard bahwa tersangka itu mengakui bahwa dia sebagai kurir sabu itu adalah kali ketiganya. Dia menerima upah sebanyak Rp5 juta setiap kali pengantaran, bahkan dia juga mengakui selain jadi kurir dia juga sebagai pemakai sabu selama 3 hari sebelum ditangkap.

Adapun kasus yang ketiga adalah, didapatkan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Yakni Petugas Bea Cukai, petugas AVSEC Bandara Internasional Hang Nadim Kota Batam beserta petugas BNNP Kepri dari seorang laki-laki dengan inisial IB (30). Pada 22 Oktober 2019 lalu.

Dimana dia membawa jenis sabu dalam satu bungkus plastik bening berisi kristal yang dibungkus dengan kresek berwarna kuning seberat 307 gram, sabu itu diselipkan didalam lipatan celana jeans panjang dalam tas ranselnya.

“Berdasarka keterangan IB, dia mengakui bahwa sabu yang dia bawa tersebut adalah milik T (DPO) yang berada di Aceh, namun rencananya akan dibawa ke Surabaya dulu dengan diiming-imingi upah Rp 20 juta,” jelasnya.

Dikesempatan yang sama, Komandan Pangkalan Utama TNI Angatan Laut (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah mengatakan bahwa seluruh masyarakat harus mendukung pemberantasan narkoba itu dari peredaran.

Semua barang bukti yang didapatkan itu dimusnahkan karena itu adalah amanat dari undang-undang dan agar barang itu tidak beredar lagi, karena narkoba itu akan merusak generasi bangsa.

“Narkoba ini kalau 1 Kg saja akan bisa merusak 1 juta orang. Saya berharap semua masyarakat memahami bahaya dari narkoba ini,” ucapnya. (dam)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed