by

KPAI Kecewa, Empat Pelaku Penganiaya Anak Divonis Ringan

KARIMUN (HK)- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Provinsi Kepri menyayangkan rendahnya vonis kasus penganiayaan anak di bawah umur yang menjerat 4 terdakwa, yakni Billy Bravomac, Michael, Vincent dan Agustino dengan hukuman penjara 2 bulan 10 dan denda 5 ribu rupiah dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Karimun, Selasa (12/11/2019).

“Melihat hasil vonis hari ini terhadap empat terdakwa kekerasan terhadap anak, kita merasa sangat kecewa dengan putusan hakim yang saya rasa sangat minimal dan tidak mencerminkan rasa keadilan dan upaya perlindungan anak di Kabupaten Karimun maupun Provinsi Kepri,” ungkap Komisioner KPAI Kepri, Erry Syahrial di Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun.

Kata Erry, putusan majelis hakim sangat ringan sekali dan menjadi preseden buruk dalam perlindungan anak. Dirinya menilai, tidak ada efek jera dan pembelajaran dari masalah tersebut. Pihaknya akan melakukan upaya telaah lagi terkait putusan majelis hakim yang menyidangkan kasus kekerasan terhadap anak di Karimun.

“Kami akan melakukan upaya telaah lagi dan berfikir juga untuk melayangkan surat rekomendasi terhadap pihak terkait, kalau memang dugaan vonis tadi tidak sesuai dengan rasa keadilan tentu saja kami sebagai Komisi Perlindungan Anak akan selalu memperjuangkan rasa keadilan bagi anak yang menjadi korban,” ujar Erry.

Menurut dia, KPAI Kepri akan menyurati pihak terkait dalam persoalan ini dan berharap kepada pihak-pihak terkait tersebut untuk turun tangan melakukan kroscek ke bawah dengan melihat lagi berkas dan kasusnya seperti apa. Dirinya juga berharap agar penanganan kasus ini bisa sesuai dengan kaidah hukum yang berlaku.

Sidang vonis kasus penganiayaan terhadap anak di bawah umur dengan terdakwa Billy Cs menjadi perhatian publik. Puluhan masyarakat Karimun nampak mendatangi Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun untuk menyaksikan sendiri proses sidang dengan terdakwa pengusaha moda perhotelan di Karimun itu.

Karena keterbatasan ruang sidang, maka masyarakat hanya bisa melihat jalannya sidang dari luar Ruang Sidang Cakra Pengadilan Negeri Karimun, sambil mengintip dari balik pintu kaca ruangan.

Bukan hanya dari kalangan masyarakat, sidang tersebut juga mendapat pengawalan dari aparat kepolisian. Sejumlah personil Polres Karimun dengan pakaian dinas lengkap nampak memperketat pengamanan di sekitar gedung Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun. Satu unit mobil polisi juga siap siaga di luar gedung Pengadilan. (ham)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed