by

Terbukti Melanggar, Tiga Pangkalan Elpiji Ditutup

BATAM (HK) – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau mengatakan bahwa pihaknya dan Pertamina sudah menutup 3 pangkalan elpiji yang melakukan pelanggaran operasional.

Ketiga pangkalan gas melon yang ditutup itu berlokasi di Sagulung dan Batu Aji. Pelanggaran yang dilakukan, ada beberapa hal.

Pertama, setelah agen mendistribusikan kepada pangkalan lalu langsung menjualnya kepada pengecer. Kedua, ada pangkalan yang menjual kepada yang tidak berhak untuk menerimanya.

“Hari ini kami akan kembali turun bersama Pertamina bagaimana supaya tidak ada lagi terjadi masalah di pangkalan-pangkalan itu,” ucap Gustian Riau, Selasa (12/11/2019) di lapangan Engku Putri Batam Center.

Secara terpisah, Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina MOR I, Roby Hervindo mengatakan bahwa harga elpiji berat 3 kilogram itu sampai saat ini tidak ada naik dari Pertamina.

Bahkan, Pertamina juga tidak ada melakukan pengurangan pasokan terhadap pangkalan yang tidak melakukan kesalahan dan tidak melanggar aturan.

“Isu yang beredar saat ini yang mengatakan bahwa ada pangkalan elpiji yang menjual harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) di sejumlah titik di Batam, itu tidak benar,” ucap Roby kepada Haluan Kepri melalui sambungan telepon.

Dikatakannya, jika ada pangkalan yang menjual harga di atas HET maka pangkalan itu akan ditindak tegas.

HET gas melon untuk Kota Batam di pangkalan itu Rp17 ribu. Jika ada yang mengetahui pangkalan menjual dengan harga di atas HET, itu diharapkan untuk melapor kepada Pertamina.

Menurutnya, saat ini yang menjual harga tinggi hingga mencapai Rp30 ribu bukanlah pangkalan resmi dari Pertamina, melainkan pengecer seperti warung-warung.

Isu kelangkaan yang berkembang di daerah Batuaji dan Sagulung, kata Roby, itu bisa ulah dari pihak pangkalan yang sedang diberikan sanksi. (dam)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed