by

Percepat Penyaluran Dana Bergulir, LPDB-KUMKM Gelar Bimtek Bagi Pelaku UKM

BATAM (HK) – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) selaku satuan kerja Kementerian Koperasi dan UKM terus bersinergi dengan berbagai stakeholder di Indonesia.

Di antaranya dengan mengundang Dinas Koperasi dan UKM di seluruh Indonesia, Perguruan Tinggi, PLUT KUMKM, HIPMI, KADIN dan para pelaku usaha koperasi dan UMKM melalui acara Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Dana Bergulir LPDB-KUMKM yang diselenggarakan di Hotel Harmoni One, Batam, Provinsi Kepri, Rabu (13/11/2019).

Sekertaris menteri Koperasi dan UKM RI, Prof Rully Indrawan mengatakan dalam mengakses fasilitas pinjaman/pembiayaan pelaku koperasi dan UKM, LPDB-KUMKM telah melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Koperasi dan UKM di tingkat provinsi seluruh Indonesia.

“Termasuk PLUT dan Perguruan Tinggi yang dilaksanakan hari ini, dan juga Lembaga Penjamin Kredit seperti, Jamkrindo dan Jamkrida,” kata Rulli dalam sambutannya.

“Melalui Permenkop Nomor 06 tahun 2019, persyaratan pengajuan pinjaman kepada LPDB-KUMKM semakin dipermudah, sehingga diharapkan semakin banyak pelaku Koperasi dan UMKM yang dapat mengakses pinjaman kepada LPDB-KUMKM,” tambahnya.

Dikatakan, berdasarkan data Online Data System, Koperasi yang terdaftar ada sebanyak 881 Koperasi, tentu ini merupakan potensi market yang sangat baik dan menjanjikan untuk berinvestasi.

Hingga saat ini LPDB-KUMKM sudah menyalurkan dana bergulir sebesar 9,6 Triliun kepada lebih dari 1 Juta UMKM. LPDB-KUMKM hadir sebagai Solusi Pembiayaan Bagi Koperasi dan UMKM yang ingin mengakes fasilitas pinjaman/pembiayaan dengan bunga murah.

Direktur Utama LPDB-KUMKM, Braman Setyo mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan guna upaya percepatan dan memperluas jangkauan penyaluran dana bergulir di seluruh Indonesia.

“Upaya ini di antaranya memerlukan kerjasama dengan berbagai lembaga pendukung seperti Dinas Koperasi dan UKM seluruh Indonesia, Perusahaan Penjamin Kredit seperti Jamkrindo, Jamkrida dan Askrindo, BLUD Dana Bergulir, dan lembaga terkait lainnya,” ungkap Braman.

Diakuinya, LPDB tidak dapat bekerja sendiri untuk dapat meningkatkan penyaluran dana bergulir, sehingga membutuhkan sinergi dengan berbagai pihak.

“Kerjasama tersebut diharapkan dapat mempermudah calon mitra dalam mengakses fasilitas pinjaman/pembiayaan LPDB-KUMKM,” harapnya.

Dikatakan, calon mitra dapat langsung mengirimkan proposal ke LPDB-KUMKM maupun melalui jasa pengiriman serta melalui lembaga penjamin kredit seperti Jamkrindo, Jamkrida, dan Askrindo.

Kerjasama ini merupakan upaya mewujudkan Tri Sukses LPDB-KUMKM. Tri Sukses LPDB-KUMKM meliputi Sukses Penyaluran, Sukses Pemanfaatan, dan Sukses Pengembalian.

Upaya LPDB-KUMKM mewujudkan Tri Sukses diwujudkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Koperasi dan UKM di tingkat Provinsi di seluruh Indonesia. Selain itu, LPDB juga bersinergi dengan PLUT KUMKM dan Perguruan Tinggi sebagai upaya percepatan penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM.

“Sebagai lembaga yang berbentuk Badan Layanan Umum, kami perlu melakukan evaluasi terus menerus agar pelayanan yang diberikan kepada mitra semakin baik dan memuaskan,” ujar Braman.

Sejak penyaluran di tahun 2008 sampai dengan tahun 2019, LPDB-KUMKM telah berhasil menyalurkan dana bergulir sebesar Rp9,46 Triliun kepada 4,348 penerima dana bergulir.

“Dari target penyaluran tahun 2019 sebesar Rp1,5 Triliun sampai dengan November 2019 telah menyalurkan pinjaman/pembiayaan sebesar Rp1,1 Triliun,” bebernya.

“Untuk Provinsi Kepulauan Riau, LPDB-KUMKM telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp23,21 Miliar. Dengan jumlah yang tersalur untuk pembiayaan konvensional sebesar Rp15,21 Miliar dan pembiayaan syariah sebesar Rp8 Miliar,” tambahnya.

Harapan ke depan, LPDB-KUMKM dapat lebih berkontribusi aktif dalam pertumbuhan ekonomi nasional, terutama dalam mengurangi angka kemiskinan, menekan angka pengangguran, dan menciptakan lapangan pekerjaan.(bob)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed