by

Komisi 3 DPRD Batam: Ada Oknum Nakal Sengaja Buang Oil Sludge ke Laut

Batam (HK) – Komisi III DPRD Kota Batam mengatakan, ada oknum nakal yang sengaja membuang limbah oil sludge atau lumpur minyak, sehingga menyebabkan laut Belakangpadang, Sekupang, tercemar. Padahal menurutnya, oil sludge sangat berbahaya karena masuk kategori limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Demikian ditegaskan Sekretaris Komisi III DPRD Batam, Arlon Veristo, bersama rombongan Komisi III, diantaranya Muhammad Rudi, Rohaizat, Tumbur Hutasoit dan Zainal Arifin serta Bidang Perlindungan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam Amjaya saat meninjau langsung tumpahan oli bekas di dermaga Belakangpadang, Selasa (19/11/19) siang.

“Ada oknum nakal sengaja buang oil sludge ke laut. Karenanya pengawasan yang harus ditingkatkan,” tegas Arlon di Dermaga Belakangpadang.

Modus tersebut, lanjutnya, biasanya dilakukan oleh kapal yang kebetulan melintas di perairan Batam, guna mengurangi cost pengelolaan limbah mereka. Pada dasarnya sludge oil dibuang di tengah laut, namun kemudian terbawa arus hingga ke bibir pantai.

“Kejadian seperti ini sudah berulang kali dan bahkan jadi langganan tahunan, hanya saja hingga saat ini belum berhasil mengungkap pelakunya karena lemahnya pengawasan,” terangnya.

Ditambahkan oleh Anggota Komisi III lainnya, Muhammad Rudi bahwa kejadian tersebut harus disikapi agar pencemaran lingkungan tersebut tidak berulang-ulang terjadi.

Karenanya, kata politisi Gerindra ini pihaknya akan berkoordinasi dengan semua pihak guna mencari solusi. “Harus ada tindakan, biar laut kita jadi langganan pembuangan limbah oli,” ungkap pria yang akrab disapa Rudi ini.

Sementara itu Bidang Perlindungan Lingkungan Hidup DLH Batam, Amjaya mengatakan kejadian di Belakangpadang tersebut merupakan pencemaran laut yang ketiga kalinya selama tahun 2019 ini, dua kejadian sebelumnya terjadi di laut Nongsa.

“Ini kejadian ketiga, dua sebelumnya di daerah Nongsa” terangnya.

Di tempat yang sama, Ketua Pengemudi Motor Sangkut Belakangpadang, Rusman mengatakan bahwa keberadaan limbah oli tersebut sangat membahayakan.

Secara khusus profesi mereka sebagai pengemudi motor sangkut, lanjutnya, sangat mengganggu aktivitas mereka sehari-hari. “Bot kami hitam, tali dan sebagainya hitam, ini benar-benar mengganggu,” tegasnya.

Terakhir, Arlon Veristo berjanji akan memanggil semua pihak berkompeten dalam hal pencernaan tersebut, untuk membahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna mencari solusi terbaik. (ays)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed