by

Minyak Hitam Cemari Pantai, Nelayan Batam Minta Ganti Rugi

Nelayan pulau-pulau penyangga Kota Batam meminta ganti rugi atas pencemaran minyak hitam yang terjadi di sekitar Perairan Pulau Belakangpadang.

“Mereka harus membayar kerugian nelayan,” kata tokoh nelayan Pulau Belakangpadang, Mus, seperti dilansir antarakepri.com, Selasa (19/11/2019).

Ia mendesak pemerintah segera mencari tahu kapal yang membuang limbah di perairan tempatnya mencari ikan. Kapal pembuang minyak itu kemudian harus membayar seluruh kerugian nelayan akibat pencemaran di laut.

Menurut dia, akibat pencemaran itu, nelayan menjadi kesulitan mencari umpan ikan, yang biasa mengumpul di sekitar terumbu karang.

“Sekarang terumbu karang rusak, bisa dibilang kerusakan mencapai 80 persen, minyak-minyak lengket di sana, menjadi bau,” kata dia.

Karena bau minyak itulah, kata dia, udang kecil dan hewan-hewan umpan lainnya menjauh dari terumbu, sehingga nelayan kesulitan mencari pelet untuk memancing.

Bahkan, kata dia, kala air laut surut, nampak ikan-ikan kecil mengapung, mati akibat minyak pekat. Ia mengatakan tanpa umpan, nelayan kesulitan mendapatkan ikan.

“Kalau ada umpan di pasar, enggak seberapa, enggak seperti di laut. Lebih segar di laut ketimbang yang dijual di pasar,” kata dia.

Ditanya mengenai besaran kerugian yang dialami nelayan, ia mengatakan bisa mencapai ratusan juta rupiah. Karena seorang nelayan di Pulau Mecan, bisa berpenghasilan sekitar Rp1 juta setiap harinya. Belum ditambah nelayan-nelayan di pulau lainnya.*

(sumber: antarakepri.com)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed