by

Diduga Depresi Stroke, Kakek 76 Tahun Tewas Gantung Diri

KARIMUN (HK)-Warga RT 01 RW 08, Desa Prayun, Kecamatan Kundur Utara heboh dengan temuan seorang kakek inisial Tu yang berusia 76 tahun tewas gantung diri di pohon nangka depan rumahnya. Kamis (21/11/2019). Tewasnya kakek TU pertama kali diketahui oleh Kepala Desa Prayun, Heri Santosa yang mencari korban bersama pihak keluarga.

Kapolsek Kundur Utara/Kundur Barat, AKP Edi Suryanto ketika dikonfirmasi mengatakan, penemuan kakek TU tewas gantung diri berawal ketika istri korban, Misiah (61) tidak menemukan suaminya itu di tempat tidur sejak usai shalat subuh. Merasa kebingungan, Misiah kemudian mencari-cari suaminya itu, namun tak kunjung ketemu.

Misiah kemudian mengajak Katuri (54), menantunya untuk bersama-sama mencari korban di sekeliling rumah. Katuri juga mengajak serta Ketua RT setempat bersama Kepala Desa Prayun, Heri Santosa yang juga merupakan tetangga mereka. Secara bersama-sama, warga kemudian mencari keberadaan korban.

Namun, alangkah terkejutnya sang kepala desa begitu menyaksikan tubuh Tu sudah tergantung di pohon nangka depan rumah korban. Korban ditemukan gantung diri menggunakan kain sarung warna coklat motif kotak-kotak. Kepala Desa kemudian menghubungi pihak kepolisian untuk turun ke lokasi kejadian.

“Kami menerima informasi, ada warga yang ditemukan tewas dengan cara gantung diri di pohon nangka. Korban pertama kali ditemukan oleh Kepala Desa Prayun, saat dirinya bersama istri dan menantu serta Ketua RT setempat mencari keberadaan korban yang dilaporkan hilang oleh istrinya,” ungkap Edi Suryanto.

Edi menyebut, berdasarkan keterangan sementara dari pihak keluarga, selama korban mengalami penyakit stroke sejak 7 tahun belakangan ini. Diduga karena mengalami depresi berat akibat penyakit yang diderinya itu, korban kemudian mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

“Kami sudah melakukan olah TKP dan juga visum. Dari hasil visum yang dilakukan pihak Puskesmas, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Kemudian, dari keterangan pihak keluarga, selama ini korban menderita sakit stroke selama 7 tahun. Sebelumnya, korban juga pernah bilang akan bunuh diri karena depresi menanggung sakitnya itu,” terang Edi.

Kata Edi, setelah dievakuasi dari lokasi ditemukannya tewas gantung diri, jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Kundur Utara untuk dilakukan visum. Usai visum, jenazah korban kemudian dibawa pulang dan dikebumikan di pemakaman keluarga. (ham)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed