by

DKPP RI Berhentikan Ketua KPU Batam Bersama Anggotanya

BATAM (HK) – Komisi Pemilihan umum (KPU) kota Batam bersama 5 anggota lainnya diberhentikan karena dinilai melanggar kode etik dan perilaku sebagai penyelenggara Pemilu.

Pemberhentian ketua dan anggota KPU tersebut berdasarkan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan mereka pun diberikan sanksi pemberhentian.

Dari data yang didapatkan, putusan pemberhentian ini dibacakan DKPP dalam sidang DKPP yang berlangsung secara live di akun Facebook resmi DKPP pada Rabu (20/11/2019) sekitar pukul 14.30 WIB siang.

Dalam amar putusan tersebut, Ketua Majelis sidang menyatakan, bahwa Ketua KPU Batam Syahrul Huda, Zaki Setiawan, Sudarmadi, Muhammad Sidik dan Mulia terbukti melanggar kode etik dan berwenang mengadili pengaduan pengadu. Sebab, pengadu juga memiliki kekuatan hukum untuk mengajukan gugatan.

“Berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, mengabulkan pengaduan pengadu sebagian. Dua menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada teradu I Syahrul Huda selalu Ketua KPU Kota Batam, teradu II Zaki Setiawan, teradu III Sudarmadi, teradu IV Muhammad Sidik dan teradu V Muliadi Evendi masing-masing selalu anggota KPU Batam,” kata hakim DKPP di dalam persidangan, saat itu.

DKPP juga menyatakan bahwasannya teradu VI sampai X dalam hal ini Ketua KPU Propinsi Kepri dan seluruh anggotanya dinyatakan tidak terbukti melakukan pelanggaran kode etik sebagai penyelenggara Pemilu.

“Tiga, merehabilitasi nama baik Sriwati selaku Ketua KPU Propinsi Kepulauan Riau, teradu VII Arison, teradu VIII Widiyono Agung, teradu IX Priyo Handoko, teradu X parlindungan selaku anggota KPU Provinsi Kepulauan Riau,” tegasnya.

Pada saat dikonfirmasi ketika berita ini diterbitkan, pewarta pun masih belum mendapatkan konfirmasi resmi dari Ketua KPU Kepri dan Batam. (ded/net)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed