by

Pedagang Pasar Induk Jodoh Kembali Demo

Batam (HK) – Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Induk Jodoh korban penggusuran beberapa waktu lalu, kembali demo ke kantor Walikota Batam dan DPRD Kota Batam, Kamis (21/11/2019).

PKL yang demo itu tergabung dalam Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (Apkli) Kota Batam. Demo itu adalah yang ketiga kalinya dilakukan.

Dalam aksinya, para pedagang menyampaikan tuntutan, pertama, menolak segala bentuk penggusuran secara paksa. Kedua, menagih Pemko Batam bertanggungjawab terhadap nasib korban penggusuran Pasar Induk Jodoh itu. Ketiga, meminta lahan tahap II sebagai tempat berdagang sementara korban penggusuran sampai selesai pembangunan Pasar Induk Jodoh itu.

Keempat, menagih tempat penampungan sementara tidak dipungut biaya (gratis) sampai dengan selesai dan berfungsinya Pasar Induk Jodoh. Kelima, meminta Pemko Batam melibatkan pedagang dalam pembuatan Detail Engineering Design (DED).

Sekretaris Apkli Batam, Susi, mengatakan, dalam demo itu mereka meminta Pemko Batam dan DPRD Kota Batam untuk membuka pagar relokasi yang pasar Induk Jodoh itu, agar semua para pedagang bisa berjualan.

Pihaknya tidak mau lagi dijanji-janjikan oleh Pemko Batam dan DPRD Kota Batam, karena sudah beberapa kali melayangkan surat Rapat Dengar Pendapat (RDP) ke DPRD Komisi I, tapi sampai saat ini tidak ada jawaban.

“Sebab itu, kami meminta anggota Komisi I DPRD Batam turun ke lokasi pasar induk tahap II yang baru dan membuka pagar lahan tersebut,” ungkapnya.

Pantauan Haluankepri.com dilapangan sampai saat ini para PKL itu masih melakukan demo di depan kantor DPRD Kota Batam. (dam)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed