by

Pelindo Karimun Bangun Pelabuhan Modern, Ini Besaran Anggarannya

KARIMUN (HK)-PT Pelindo I Cabang Tanjungbalai Karimun bakal merenovasi tota pelabuhan domestik maupun internasional dengan konsep modern. Posisi pelabuhan tersebut masih di lokasi yang sama. Hanya bentuk bangunan yang akan diubah total dengan estimasi anggaran
Rp20 miliar.

“Kita akan merenovasi pelabuhan domestik maupun internasional dengan konsep modern, anggarannya sekitar Rp20 miliar. Insya Allah pada tahun 2020 sudah mulai dilaksanakan,” ungkap General Manager PT Pelindo I Cabang Tanjungbalai Karimun, Syahri Ramadana di ruang kerjanya, Kamis (21/11/2019).

Kata Syahri, desain bentuk pelabuhan itu nantinya akan ditentukan oleh PT Pelindo pusat. Sekedar gambarannya, pelabuhan itu akan berbentuk ruang terbuka lebar dengan kisi-kisi dari kaca. Konsultan perencana akan turun ke Karimun untuk melihat lokasi pada Desember 2019 ini.

“Kalau konsep bangunannya, nanti yang mengatur kantor pusat. Mereka ingin membuat pelabuhan dengan ruang terbuka yang lebar yang ada sekat-sekat kacanya. Konsultan nanti akan turun pada bulan Desember 2019 ini. Kemungkinan, pada Februari 2020 sudah mulai dilakukan
pengerjaannya,” jelas Syahri.

Menurut dia, selama proses pengerjaan renovasi itu nantinya, pihaknya akan mengatur pengelolaan turun naik penumpang antara pelabuhan domestik dan internasional. Contohnya, ketika pengerjaan diawali di pelabuhan internasional, maka untuk sementara aktivitas penumpang domestik dan internasional akan digabung menjadi satu.

Syahri menyebut, untuk merelokasi pelabuhan penumpang ke lokasi lain sebagaimana permintaan Pemkab Karimun merupakan program jangka panjang dari PT Pelindo. Untuk program jangka pendek, pihaknya baru melakukan renovasi total pelabuhan domestik maupun internasional, agar lebih representatif lagi.

Pernyataan General Manager PT Pelindo I Cabang Tanjungbalai Karimun menjawab permintaan Bupati Karimun Aunur Rafiq meminta kepada Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Karimun dan bekerjasama dengan PT Pelindo I Cabang Tanjungbalai Karimun untuk merelokasi pelabuhan
domestik maupun internasional. Mengingat, dua pelabuhan itu sudah tidak representatif lagi.

“Pemkab Karimun sudah melakukan pendekatan dengan BUP yang bekerjasama dengan PT Pelindo dan pihak swasta untuk memulai berfikir tentang relokasi. Baik pelabuhan internasional maupun pelabuhan domestik yang representatif,” ungkap Bupati Karimun, Aunur Rafiq usai
meninjau fasilitas yang ada di pelabuhan Karimun belum lama ini.

Kata Rafiq, pihaknya menginginkan agar pelabuhan di Karimun bisa sejajar dengan pelabuhan di daerah lain seperti di Harbour Bay, Batam Centre dan Sekupang di Batam. Namun, untuk relokasi itu menurut dia tidaklah mudah, apalagi, relokasi membutuhkan anggaran yang besar. Namun, disisi lain Pemkab Karimun memiliki keterbatasan anggaran.

“Kita sudah menjajaki. Karena untuk memindahkan ini tidaklah mudah dan Pemkab Karimun juga memiliki keterbatasan dalam sisi anggaran. Oleh karena itu, perlu dicari pihak ketiga yang bisa bekerjasama dan juga peran dari PT Pelindo dan KSOP juga ada. Jika Pelindo tak mampu, maka swasta juga bisa. Contohnya, Harbour Bay itu swasta murni,” ujarnya.(ham)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed