by

Gadaikan Motor Sewa, 2 Emak-emak Ditangkap Polisi Karimun

KARIMUN (HK)-Dua orang ibu rumah tangga (IRT), masing-masing berinisial Mu (48) dan Sa (40) ditangkap Polres Karimun karena diduga menggadaikan 6 unit sepeda motor yang sebelumnya mereka sewa dari Novita Pangaribuan. Kedua pelaku masih dalam pemeriksaan polisi. Polisi juga bakal menjerat tiga orang penadah masing-masing Af (36), Ri (28) dan Er (38).

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Herie Pramono dalam keterangan pers, Jumat (22/11/2019) mengatakan, kejadian bermula pada 19 Juli 2019, Mu menyewa sepeda motor jenis Honda Beat BP 3576 PA kepada Novita Pangaribuan dengan sewa Rp50 ribu per hari. Selama dua bulan, proses sewa menyewa motor berjalan lancar.

“Pelaku Mu kembali mendatangi korban untuk menyewa motor lagi. Namun, sewa motor yang kedua ini mulai macet. Pada Oktober 2019 terlapor dengan membawa temannya insial Sa kembali mendatangi korban. Selama 4 bulan, kedua pelaku telah menyewa 4 unit sepeda motor milik korban,” ungkap Herie Pramono.

Kemudian, pada 16 November 2019 korban mendapatkan informasi dari temannya, Ando Sitinjak kalau sepeda motor yang disewakan kepada dua pelaku telah digadaikan kepada orang lain. Begitu mengetahui informasi itu, korban meminta semua sepeda motornya kepada kedua tersangka. Namun, keduanya tak mampu mengembalikan sepeda motor tersebut.

“Karena sepeda motor yang disewakan kepada kedua pelaku digadaikan kepada orang lain. Dan begitu sepeda motor itu diminta kembali, kedua pelaku tak mampu mengembalikan sepeda motor tersebut, maka korban membuat laporan polisi dengan nomor: LP-B/146/XI/2019/Kepri-Reskrim-Res Karimun tanggal 20 November 2019,” terang Herie.

Kata Herie, begitu menerima informasi dari korban, anggota Satreskrim Polres Karimun kemudian mengamankan kedua pelaku bersama 6 unit sepeda motor milik korban yang digadaikan kepada orang lain. Keduanya masih dalam proses pemeriksaan oleh penyidik. Termasuk mendalami peranan penadahnya.

“Pelaku menggadaikan sepeda motor milik korban kepada tiga orang penadah masing-masing inisial Af, Ri dan Er. Sepeda motor itu digadaikan tanpa ada jaminan, hanya karena saling percaya saja. Saat ini, kami juga masih mendalami peranan penadah. Saat ini, mereka belum ditetapkan tersangka,” jelasnya.

Herie menghimbau kepada masyarakat Karimun agar berhati-hati dalam bisnis sewa menyewa kendaraan, baik itu roda dua maupun roda empat. Menurut dia, ketika ada transaksi gadai, sewa maupun pinjam meminjam kendaraan, maka lengkapilah dengan ketentuan yang berlaku sesuai aturan hukum. (ham)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed