by

KSOP Karimun Soft Launching Inaportnet

Karimun (HK) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun melakukan soft launching penerapan Inaportnet bagi seluruh agen pelayaran di Hotel Aston Karimun, Jumat (22/11/2019). Soft launching tersebut dipimpin langsung Kepala KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Junaidi.

Junaidi mengatakan, Inaportnet merupakan portal elektronis yang terbuka dan netral guna memfasilitasi pertukaran data dan informasi layanan kepelabuhanan secara cepat, aman, netral dan mudah yang terintegrasi dengan instansi pemerintah terkait, badan usaha pelabuhan dan pelaku industri logistik untuk meningkatkan daya saing komunitas.

“Inaportnet merupakan kebijakan kantor pusat Ditjen Hubla. Pada 2018 Inaportnet sudah diterapkan di 17 pelabuhan dan pada tahun ini nantinya juga ada 17 pelabuhan baru yang akan melaksanakannya. Di Tanjungbalai Karimun saat ini kita melakukan soft launching,” ungkap Junaidi.

Menurut dia, beberapa pelayanan yang diterapkan sistem Inaportnet berupa layanan kapal-kapal masuk maupun keluar pelabuhan, termasuk juga pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Salah satu kemudahan sistem Inaportnet adalah memberikan kemudahan kepada operator kapal pengguna jasa termasuk juga pemanduan.

“Aplikasi ini memberikan kemudahan dan akurasi data. Melalui Inaportnet ini, maka operator kapal tidak perlu lagi mengajukan permohonan kapal secara fisik ke kantor. Sistem akan diverifikasi oleh petugas KSOP dan diintegrasikan dengan Pelindo selaku operator. Artinya, semua proses kapal keluar masuk bisa dilakukan melalui internet,” jelasnya.

Menurut dia, Inaportnet baru diperuntukkan bagi perusahaan-perusahaan yang berada dibawah Surat Izin Usaha Perusahaan Angkutan Laut (SIUPAL), termasuk juga kapal yang masuk di Terminal Khusus (tersus) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS). Sistem ini belum berlaku untuk kapal-kapal tradisional yang melayari rute antar pulau seperti boat pancung maupun kapal layar motor (KLM).

Junaidi menyebut, sosialisasi sudah dilakukan pada 15 September 2019 lalu yang diikuti sebanyak 150 peserta dari 50 perusahaan pelayaran yang ada di Karimun. Dia berharap, penerapan Inaportnet akan memberikan kemudahan kepada seluruh stakeholder mulai dari operator, pemilik kapal, agen pelayaran, perusahaan bongkar muat serta Tersus dan TUKS.

Menurut dia, setelah melakukan sosialisasi Inaportnet selama 2 bulan di Tanjungbalai Karimun, maka pada Desember 2019 akan dilakukan go live secara serentak di 16 pelabuhan diantaranya di Karimun, Batam, Pekanbaru, Tanjungpinang, Tanjungpandan, Jambi, Bengkulu, Pangkal Balam, Cirebon, Cilacap, Benoa, Samarinda, Kendari, Bontang, Ternate dan Jayapura.

Kegiatan soft launching Inaportnet tersebut dihadiri Ketua DPRD Karimun Yusuf Sirat, Kepala Dinas Perhubungan Karimun Fajar Horison dan pimpinan stakeholder terkait di bidang pelabuhan dan kelautan serta operator dan agen pelayaran di Tanjungbalai Karimun. (ham)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed