by

Pekan Depan RDP, Pemko, Pedagang dan DPRD Batam

Batam (HK) – Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Induk Jodoh Kota Batam dan ratusan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam sempat memanas di Pasar Induk Jodoh, Jumat (22/11/2019).

Pasalnya, personil Pol PP yang datang ingin kembali memasang pagar pembatas yang dibongkar paksa oleh para pedagang itu setelah melakukan demo di kantor Walikota Batam dan DPRD Kota Batam, Kamis (21/11/2019) kemaren.

Setelah pagar pasar itu dibongkar, para pedagang pun kembali buka lapaknya di lahan pasar Induk Jodoh tahap II yang sudah digusur oleh tim terpadu Kota Batam, beberapa waktu lalu.

Perwakilan PKL Pasar Induk Jodoh, Agung Wijaya, mengatakan bahwa pembongkaran pagar di lahan pasar induk itu dilakukannya setelah melaksanakan demo di kantor Walikota Batam dan DPRD Kota Batam.

“Tadi ada rombongan dari Pol PP datang kesini, tujuan pastinya kami tidak tahu, tapi infonya mereka meminta agar tempat ini dikosongkan kembali dan ingin memasang pagarnya,” ucap Agung.

Dikatakannya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, juga hadir.

“Senin depan kita akan RDP lagi dengan Pemko Batam dan DPRD Kota Batam, tadi sudah ada yang mengantarkan undangannya kesini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (Apkli) Batam, Nomi Sembiring mengatakan bahwa dia menilai pihaknya diberlakukan kurang baik.

Padahal sebelumnya, pihaknya untuk bisa berjualan di pasar tersebut itu membayar, sebesar Rp 4 – 5 juta dengan bukti pembayarannya dan kwitansinya hingga kini masih ada.

Sementara itu, Kabid Kamtib Satpol PP, Imam Tahori mengatakan, pihaknya tidak jadi memasang pagar disitu, karena situasi tidak memungkinkan. Selanjutnya pihaknya menunggu hasil RDP pekan depan. (dam)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed