by

Kadisdik : Pelajar Tolak Hormat Bendera Harus Dikeluarkan

BATAM (HK) – Terkait adanya dua pelajar di SMPN Sagulung, Kota Batam yang menolak menghormati bendera merah putih dan tidak mau menyanyikan lagu Indonesia raya itu terpaksa harus dikeluarkan dari sekolahnya, agar tidak menjadi Bumerang bagi siswa lainnya.

Pasalnya sebagai warga negara menghormati bendera merah putih dan menyanyikan lagu Indonesia raya itu adalah wajib, suatu contoh adalah dalam ucapara.

“Jika kedua anak itu dibiarkan begitu saja maka akan jadi bumerang dan doktrin oleh para siswa-siswa lainnya,” ucap Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan, kepada Haluan Kepri, Senin (25/11/2019) di Batam Center.

Dikatakan Hendri, terkait permasalahan itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, yakni orang tuanya, Kodim 0316/Batam, Polsek Sagulung, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kemenag Kota Batam, karena permasalahan itu adalah bagian dari NKRI.

Kedua pelajar itu adalah memahami aliran kepercayaan yang sesat, sebab di negara ini agama yang diakui oleh pemerintah itu hanya enam agama saja dan keenam agama itu tidak ada ajarannya yang melarang menghormati bendera merah putih dan menyayikan lagu Indonesia Raya itu.

Hasil mediasi pihak Dinas Pendidikan Kota Batam dengan siswa itu adalah dimana alasan tidak maunya menghormati bendera merah putih dan menyayikan lagu Indonesia raya itu adalah beradasarkan kepercayaannya.

Oleh kedua anak itu harus dikeluarkan dari sekolah tersebut. Untuk sekolah yang akan dia masuki selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarganya.

“Orang tuanya silahkan masukan anaknya itu kesekolah yang bisa menerima keyakinannya kedua anak itu, seperti ambil sekolah yang pakai paket aja,” pungkasnya.(dam)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed