by

Tega, Debt kolektor Sekap Seorang Ibu dan Dua Anaknya

Batam (HK) – Seorang Debt Kolektor tega menyekap satu keluarga hingga berjam-jam, diduga penyekapan tersebut dipicu oleh masalah utang piutang koperasi ilegal.

Penyekapan tersebut dilakukan di rumah korban sendiri yang melibatkan seorang ibu dan dua anaknya yang masih kecil, beralamat di perumahan Buana Vista, Batam Center, Batam, Minggu (24/11/2019).

“Pak pintu kami digembok mereka dari luar, gimana kami keluar pak, mau beli makanan,” teriak orang tua korban saat itu yang langsung mengadu ke Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri.

Ketua KPPAD Kepri, Erry Syahrial menjelaskan awalnya informasi penyekapan tersebut diketahui dari salah satu tokoh masyarakat.

“Mengetahui hal itu, sore itu juga saya langsung menghubungi Polsek Batam kota. Kemudian pelaku (Debt Kolektor) ditangkap dan korban dibebaskan,” kata Erry dikutip dari lindungianak.com.

“Saat ini pelaku tengah diinterogasi di Polsek Batam Kota terkait modus penyekapan tersebut,” tambahnya.

Atas kejadian tersebut, ibu korban mengeluhkan anaknya yang seharusnya sekolah terancam tak bisa sekolah akibat penyekapan tersebut.

Dikatakan, peristiwa ini melanggar hak-hak anak tersebut dan menjadi perhatian serius bagi pihaknya sehingga melakukan langkah cepat dengan meneruskan ke Polisi supaya korban bisa dikeluarkan.

“Aksi ini melanggar hak-hak anak dan warga. Ini sudah termasuk pidana. Karena korbannya melibatkan dua anak, maka kami mendesak Polisi menerapkan UU perlindungan anak untuk menjerat aksi pidan yang dilakukan pelaku tersebut,” tegas Erry.

Sementara itu, Kapolsek Batam kota melalui Kanit Reskrim Polsek Batam kota, Ipda putra membenarkan kejadian tersebut kepada haluankepri.com.

“Iya benar, kita tunggu release dari Ibu Kapolsek dan Pak Kapolresta aja ya,” ungkap Putra saat dikonfirmasi, Senin (25/11/2019) pagi. (bob)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed