by

Perkuat Ideologi Aswaja, GP Ansor Kota Batam Gelar Diklatsar ke 21

BATAM (HK) – Guna memperkuat ideologi As
Sunnah wal Jamaah (Aswaja), Tim Gerakkan Pemuda Ansor (GP), Kota Batam, melakukan Diklat Terpadu Dasar (DTD), ke 21 di PAC GP Ansor Kecamatan Nongsa, Minggu (01/12).

Setelah pelaksanaan diklat tersebut, sebanyak 114 Pemuda Ansor Banser serta Ibnu PKNU di Bai’at oleh Ketua PW GP Ansor Provinsi Kepri, Nur Haryanto. Kemudian, mendapat sertifikat sebagai kader dan Anggota Banser yang telah bergabung ke dalam organisasi.

Ketua PC GP Ansor Kota Batam, Masruri S.Sy menerangkan, diklat tersebut bertujuan untuk menambah kader kader Nahdlatul Ulama (NU) lewat gerakan pemuda ansor sebagai generasi
penerus perjuangan bangsa.

“Tujuan pendidikan dan pelatihan Diklatsar ini, ialah untuk memperkuat ideologi ahlussunnah waljamaah annahdlyiah islamiyah dan sebuah wawasan kebangsaan, di dalam memperkuat tradisi Aswaja untuk menjaga NKRI tetap utuh dan berjaya,” kata Masruri didampingi Chusnul Yakin, Minggu (01/12) siang, di Masjid Nurul Hidayah, Batubesar, Kecamatan Nongsa.

Menurut dia, selain pemahaman keagamaan, para peserta juga ditempa didalam mentalitas untuk mempersiapkan pemuda yang produktif serta memiliki loyalitas tinggi terhadap Ormas
Nahdlatul Ulama (NU).

“Artinya GP Ansor berjuang demi meneguhkan komitmen tradisi Ahlusunnah Waljama’ah An-Nahdlyiah serta kebangsaan, di dalam bingkai NKRI dari paham paham radikal, hingga dapat mengancam sebuah keutuhan berbangsa dan bernegara,” paparnya.

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Kepri, Nur Haryanto SPd mengatakan, untuk semua anggota banser serta para kader generasi NU (Ibnu) yang sudah mengikuti kegiatan diklat tersebut, harus mampu berkontribusi terhadap lingkungan serta masyarakat.

“Harapannya, dengan kegiatan Diklat Terpadu Dasar ini semua peserta mampu berkontribusi kepada lingkungan masyarakat. Khususnya itu dalam menjaga keamanan, kondusivitas, serta mempertahankan, untuk memperkuat ideologi Aswaja, dengan menjaga keutuhan Pancasila dan NKRI tengah-tengah masyarakat,” ungkap
Nur Haryanto, yang didampingi Kasat Korcap Banser Kota Batam, Imam Tohari.

Selain itu, imbuhnya, peran Banser GP Ansor benar-benar harus dapat menjaga para ulama, menjaga pemimpin serta menjaga negara ini, dengan baik, sebagaimana garis perjuangan kyai dan ulama NU terdahulu.

“Selama ini mungkin sahabat-sahabat semua masih 123 dan sebagainya. Akan tetapi mulai hari ini sahabat-sahabat sudah resmi menjadi anggota banser di bawah naungan gerakkan Pemuda Ansor, Kota Batam,” ucap Nur.

Antara sesama anggota banser dan kader NU, paparnya, harus dapat menjaga persahabatan dari sahabat satu dengan yang lainnya, hingga terjalin kebersamaan dan kekompakan banser

“Kita ini ialah investasi dalam menjaga estafet keberlangsungan dan keberadaan negara dan keberlangsungan generasi di Nahdlatul Ulama.
Sehingga, kokoh dan kuat dalam menghadapi berbagai tantangan,” sebut Nur Haryanto.

Sebagai kader NU yang berilmu dan mengusai teknologi imbuhnya, keberadaan kita ini tidak hanya sebagai simbolik serta penonton dalam segala kemajuan dan aktivitas di masyarakat.

“Tetapi, hari ini sahabat yang baik harus benar-benar mengaktualisasikan di dalam kehidupan beragama, kehidupan bertetangga, bernegara, dan tidak boleh lagi mengatakan, bahwasanya Indonesia ini tidak ada. Sebab, Indonesia tetap Negara Kesatuan Republik Indonesia di bawah undang-undang Dasar 45 dan Pancasila sudah pasti yang harus dijaga oleh kita semua,” ucap Ketua PW GP Ansor Provinsi Kepri ini.

Dan ilmu yang telah semua sahabat dapatkan, pungkasnya, kami harapkan dapat diamalkan, serta sahabat-sahabat selalu takdim kepada Ulama dan Kyai Ahlussunnah Wal Jamaah.
(vnr)

News Feed